Perayaan Natal Bersama Pertama di Indonesia: Langkah Kemenag Menuju Kerukunan
Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia akan mengadakan perayaan Natal bersama untuk pertama kalinya pada 20 Desember 2025. Acara ini diharapkan dapat memperkuat rasa kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan bahwa perayaan ini merupakan upaya konkret untuk menciptakan harmonisasi antarumat beragama. Kemenag bertindak sebagai promotor kerukunan dengan harapan bisa menjadi contoh bagi kementerian lainnya.
Perayaan Natal bersama yang akan dilaksanakan oleh Kemenag menandai langkah historis, mengingat selama ini perayaan Natal biasanya hanya diadakan oleh komunitas Kristen secara terpisah. Melalui perayaan ini, Kemenag ingin menunjukkan pentingnya kerukunan antaragama sebagai sebuah keharusan di Indonesia.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan, 'Selama ini kan Natal Kristen, Natal Katolik. Tapi Natal Kementerian Agamanya nggak. Nah hari ini dan tahun ini kita akan membuat sejarah di Kementerian Agama.' Perayaan ini diharapkan dapat memberikan sinyal positif bahwa setiap agama memiliki hak untuk merayakan perbedaan dengan cara yang damai.
Dengan menggelar perayaan ini, Kemenag berusaha menunjukkan bahwa kerukunan antaragama bukan hanya sekadar slogan, melainkan sebuah tindakan nyata. Ini diharapkan menjadi contoh bagi instansi lain dalam merayakan keberagaman.
Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Nasaruddin menekankan bahwa kerukunan menjadi kunci penting untuk menikmati kemajuan bangsa. Menurutnya, 'Tanpa kerukunan kita tidak bisa menikmati. Betapa banyak negara kaya, tapi tidak bisa menikmati kekayaannya. Kenapa? Tidak bisa keluar rumah.'
Ia menjelaskan bahwa Kemenag akan berperan aktif dalam mengintegrasikan beragam budaya dan agama di Indonesia. Hal ini menjadi tantangan bagi kementerian untuk tetap kompak dalam menghadapi isu-isu kerukunan.
Nasaruddin juga mengajak seluruh jajaran Kemenag untuk meninggalkan ego dan meningkatkan solidaritas antaragama. 'Kata kunci untuk merukunkan bangsa ini adalah Kementerian Agama,' ujarnya, menegaskan pentingnya peran kementerian dalam membangun persatuan di Indonesia.
Perayaan Natal bersama Kemenag yang direncanakan membawa tema 'Sea Light: Christmas, Loving God, Harmony and Humanity Together.' Tema ini diharapkan mencerminkan semangat cinta dan harmoni dalam menghadapi perbedaan yang ada.
Nasaruddin berharap acara ini bukan hanya sekadar seremoni belaka, tapi menjadi momen yang bermakna bagi semua umat beragama. Kemenag ingin menguatkan pesan bahwa semua agama memiliki tujuan yang sama: menciptakan kedamaian.
Melalui langkah ini, Kemenag menunjukkan komitmennya dalam mempromosikan harmoni serta menghapus sekat-sekat yang ada dalam interaksi antarumat beragama di Indonesia.
Baca juga: Kerusuhan Pecah di Bandung, Gas Air Mata Diluncurkan oleh Aparat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: