Kiai Berkumpul Bahas Konflik Internal PBNU: Kesepakatan dan Isu Kontroversial
Sebanyak 50 kiai dari berbagai daerah berkumpul untuk berdiskusi dengan Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, pada malam Ahad, 23 November 2025. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas isu-isu konflik internal yang sedang melanda organisasi tersebut.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Diplomasi Dalam 8 Jam
Dalam diskusi yang berlangsung di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, para kiai sepakat untuk tidak memaksakan pemakzulan terhadap Gus Yahya, menenangkan spekulasi tentang perubahan kepemimpinan di PBNU.
Pertemuan ini menghasilkan tiga kesepakatan yang disampaikan oleh Katib 'Aam PBNU, Ahmad Said Asrori. Ia mengusulkan pentingnya mengadakan silaturahmi yang lebih luas di antara kiai untuk mendorong proses islah.
Ahmad menegaskan bahwa kepengurusan PBNU harus tetap berjalan hingga selesai satu periode, memastikan tidak akan ada pengunduran diri maupun pemecatan yang terjadi.
Dia menekankan, 'Jadi sekali lagi, tidak ada pengunduran dan tidak ada pemaksaan pengunduran diri. Tidak ada. Ini sekali lagi saya tegaskan, tidak ada.' Pernyataan ini menunjukkan komitmen untuk menjaga persatuan di kalangan para kiai.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama MLS dari Indonesia
Pertemuan ini berlangsung ditengah ketegangan yang muncul setelah usulan untuk Gus Yahya mundur berdasarkan hasil rapat harian Syuriyah PBNU. Dalam risalah rapat yang beredar, ada poin yang menyebutkan Gus Yahya harus mundur dalam waktu tiga hari.
Risalah tersebut ditandatangani oleh Rais Aam PBNU, Miftachul Akhyar, dan mencantumkan dugaan pelanggaran nilai Ahlussunnah wal Jamaah terkait kehadiran narasumber berafiliasi dengan jaringan Zionisme Internasional, yaitu Peter Berkowitz.
Kehadiran Peter Berkowitz memicu perdebatan sengit karena dugaan dukungannya terhadap Israel. Ahmad menegaskan bahwa setiap perubahan kepemimpinan harus dilakukan sesuai dengan prosedur AD/ART NU.
Yahya Cholil Staquf menanggapi usulan mundur itu dan menyatakan keinginannya untuk menyelesaikan masa khidmatnya hingga satu tahun ke depan. Ia menyatakan, 'Jadi, saya mohon maaf sekali kepada masyarakat bahwa saya membuat keputusan tanpa pertimbangan yang teliti dan lengkap terkait Peter Berkowitz ini.'
Yahya juga menjelaskan bahwa kedatangan Peter Berkowitz ke PBNU adalah untuk membahas isu hak asasi manusia, meskipun banyak yang menganggap tindakan tersebut kontroversial.
Dia menekankan pentingnya mengatasi isu-isu yang ada dan berharap NU tetap solid dalam melayani masyarakat.
Baca juga: Komnas HAM Temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: