Perilaku Berciuman: Jejak Evolusi yang Terungkap Oleh Universitas Oxford
Sebuah studi terbaru dari Universitas Oxford mengungkap bahwa perilaku berciuman sudah ada jauh sebelum kemunculan Homo sapiens.
Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024
Penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku kontak mulut ke mulut non-agresif telah berkembang pada nenek moyang primata antara 17 hingga 21 juta tahun yang lalu.
Dalam penelitian ini, berciuman diartikan sebagai "kontak mulut ke mulut yang tidak agresif dan tidak melibatkan transfer makanan".
Definisi ini penting untuk memahami latar belakang evolusi dari perilaku ini.
Matilda Brindle, ahli biologi evolusi di Universitas Oxford, mengungkapkan bahwa "ini adalah pertama kalinya seseorang menggunakan sudut pandang evolusi yang luas untuk meneliti berciuman."
Data mengenai perilaku primata modern, seperti simpanse, bonobo, dan orangutan, diperoleh melalui pengumpulan data yang sistematis.
Hasil studi menunjukkan bahwa berciuman adalah sifat purba pada kera besar yang telah ada sejak zaman prasejarah dan terus bertahan hingga saat ini.
Baca juga: Rumor iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Siapakah yang Akan Mengadaptasi eSIM?
Universitas Oxford menjelaskan bahwa "berciuman dipertahankan selama evolusi dan masih ada pada sebagian besar kera besar," menunjukkan peran penting perilaku ini dalam hubungan sosial primata.
Penelitian ini membuka perspektif baru mengenai perilaku sosial dan adaptasi primata.
Hal ini dapat membantu memahami hubungan antara spesies yang ada saat ini dan nenek moyang purbanya.
Studi ini juga menggali perilaku Neanderthal, yang merupakan kerabat terdekat manusia modern, dan menunjukkan kemungkinan bahwa mereka juga terlibat dalam praktik berciuman.
Neanderthal diketahui hidup di Eropa dan Asia Barat antara 400.000 hingga 40.000 tahun yang lalu, dan hubungan sosial mereka dapat diperkaya dengan temuan ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: