Menteri Perhubungan Bicara Penyesuaian Operasional KRL 24 Jam
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, memberikan tanggapan terkait peningkatan jumlah penumpang yang terpaksa menginap di Stasiun Cikarang karena tidak bisa mengejar jadwal akhir KRL. Ia mengindikasikan adanya kemungkinan penyesuaian operasional layanan KRL menjadi 24 jam sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Memperkuat Timnas
Dudy menegaskan bahwa pengkajian mengenai hal ini akan melibatkan koordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT KAI Commuter. Dalam diskusi ini, biaya dan dampak operasional menjadi perhatian utama yang perlu dipertimbangkan.
Belakangan ini, Stasiun Cikarang menjadi lokasi di mana penumpang KRL Commuter Line tidak berhasil mengejar kereta terakhir dari rute Cikarang-Tanah Abang-Cikarang. Banyak penumpang terlambat yang terpaksa beralaskan jaket dan tas, tidur di pintu masuk stasiun hingga dini hari sebelum kereta pertama beroperasi.
Kejadian ini pertama kali viral melalui sebuah unggahan di Instagram yang menunjukkan kondisi penumpang yang terpaksa memanfaatkan ruang stasiun sebagai tempat tidur sementara. Dalam foto tersebut, terlihat jelas beberapa penumpang memanfaatkan fasilitas stasiun untuk beristirahat sambil menunggu kedatangan kereta pertama.
Baca juga: Rumor iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Siapakah yang Akan Mengadaptasi eSIM?
Menanggapi isu ini, Menteri Dudy Purwagandhi menegaskan perlunya pengkajian terlebih dahulu sebelum mengambil langkah untuk merealisasikan operasi KRL selama 24 jam. Ia mengatakan, "Nanti saya coba koordinasi dengan KAI dan KAI Commuter ya, apakah perlu KRL dapat beroperasi 24 jam untuk mengakomodir hal itu. Tapi tentunya, mereka perlu pengkajian dan semacamnya."
Dudy juga menekankan pentingnya memperhatikan biaya yang akan dikeluarkan jika KRL beroperasi pada jam-jam tersebut. Ia menambahkan, "Intinya, kami mesti tanya sama KAI dulu, costnya bagaimana kalau KRL beroperasi 24 jam, costnya seperti apa, solusinya bagaimana."
Tindakan kooperatif antara Kementerian Perhubungan dan operator KRL diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kebutuhan penyesuaian layanan. Dudy menegaskan pentingnya untuk memastikan bahwa perubahan operasional tidak akan berdampak buruk terhadap perawatan dan keselamatan KRL.
"Setiap apa yang menjadi keperluan masyarakat ya kita tampung dulu, kemudian koordinasikan dulu ke operator terkait, karena ini juga nantinya mempengaruhi perawatan KRL itu sendiri," jelas Dudy menggarisbawahi pentingnya langkah terencana ini.
Baca juga: Alexander Isak Bergabung dengan Liverpool: Transfer Mengejutkan di Bursa Musim Panas
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: