Kasus Pertama Flu Burung H5N5 pada Manusia Ditemukan di Washington
Seorang pria di Washington, Amerika Serikat, tercatat sebagai orang pertama yang terinfeksi virus flu burung subtipe H5N5. Ini menjadi kasus pertama di dunia yang melibatkan manusia.
Baca juga: Alexander Isak Bergabung dengan Liverpool: Transfer Mengejutkan di Bursa Musim Panas
Meskipun demikian, pejabat kesehatan menekankan bahwa risiko penularan virus ini kepada publik tetap tergolong rendah dan terkendali.
Kasus ini diidentifikasi setelah pasien mengalami gejala flu parah sejak awal bulan November, termasuk demam tinggi dan gangguan pernapasan.
Data dari Departemen Kesehatan Negara Bagian Washington menunjukkan bahwa pasien ini termasuk dalam kelompok usia tua dengan riwayat penyakit komorbid.
Diketahui bahwa ia memiliki kawanan unggas domestik campuran di halaman belakang rumahnya di Grays Harbor County, di mana beberapa burung ditemukan mati baru-baru ini.
Baca juga: Tips Membuat Kamar Kecil Menjadi Nyaman dan Menyenangkan
Pihak berwenang mencurigai bahwa beberapa burung liar yang dapat mengakses kawasan tersebut merupakan sumber dari paparan virus H5N5.
Selama proses penyelidikan, pasien dirawat di rumah sakit dan tidak terdapat kasus serupa yang dilaporkan pada individu lain di sekitarnya.
Risiko penularan kepada masyarakat luas dianggap sangat rendah, dan saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan adanya penularan antar manusia.
Epidemiolog Dr. Dicky Budiman mengungkapkan pandangannya mengenai kasus ini, menyatakan bahwa meskipun serius, virus H5N5 tidak berpotensi untuk menyebabkan pandemi saat ini.
Ia juga mengingatkan bahwa deteksi virus ini mencerminkan kemajuan dalam sistem pengawasan kesehatan di AS, yang semakin memperhatikan potensi wabah.
Dicky menekankan pentingnya untuk terus memantau kasus-kasus serupa, mengingat risiko mutasi virus dapat meningkat jika H5N5 melakukan interaksi dengan manusia.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa bagi Polisi yang Terluka
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: