BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 10 NOVEMBER 2025 • 15:40 WIB

Satelit NISAR Milik NASA dan ISRO Resmi Beroperasi: Awal Baru dalam Pengamatan Bumi

Satelit NISAR Milik NASA dan ISRO Resmi Beroperasi: Awal Baru dalam Pengamatan BumiSatelit NISAR Milik NASA dan ISRO Resmi Beroperasi: Awal Baru dalam Pengamatan Bumi

Satelit radar pengamatan bumi terbaru dari NASA, NISAR, telah resmi mengorbit dan siap masuk ke fase pengumpulan data ilmiah bulan ini.

Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Dikenal sebagai kolaborasi antara NASA dan ISRO India, NISAR menjadi platform radar dual-band paling ambisius dalam studi pengamatan bumi.

Kemampuan Citra Awal NISAR

Citra-citra awal yang dirilis menunjukkan detail luar biasa dari kemampuan NISAR dalam merekam data. Salah satu contohnya adalah visualisasi Mount Desert Island di Maine, yang memperlihatkan kontur penutup lahan dengan jelas.

Di North Dakota, pola pertanian, sungai, dan hutan dapat diidentifikasi bahkan untuk unit penggunaan lahan yang kecil. Ini menandakan peningkatan signifikan dalam klasifikasi penutup lahan dan deteksi perubahan geospasial.

Baca juga: Kampus Unisba dan Unpas Bantah Keberadaan TNI-Polri Selama Kericuhan

Instrumen Kunci NISAR

NISAR dilengkapi dengan dua radar utama yang menjadi instrumen kunci dalam fungsinya. L-band dari NASA, yang bekerja pada panjang gelombang 24 cm, mampu menembus kanopi hutan, mengukur kelembapan tanah, dan mendeteksi gerakan permukaan secara tepat.

Keunggulan ini memungkinkan pengawasan proses tektonik dan vulkanik terjadi dengan presisi yang lebih tinggi dibandingkan platform satelit sebelumnya. Di sisi lain, S-band dari ISRO beroperasi di panjang gelombang 10 cm, efektif dalam memonitor vegetasi kecil dan agrikultur.

Fasilitas dan Keunggulan Operasional NISAR

NISAR dilengkapi dengan antena reflektor berdiameter 12 meter yang memberikan jangkauan swath 242 km, memungkinkan pemetaan area luas dalam satu lintasan orbit. Satelit ini beroperasi pada orbit polar sun-synchronous pada ketinggian 747 km dengan siklus ulang 12 hari.

NASA menargetkan L-band beroperasi selama minimal tiga tahun, sedangkan ISRO menetapkan lima tahun untuk S-band. Untuk meningkatkan akurasi geospasial, Australian Antarctic Division juga menginstal corner reflector di sejumlah lokasi di Antarktika dan pulau sekitarnya.

Baca juga: Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil: Nikmati Momen Sederhana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Satelit NISAR Milik NASA dan ISRO Resmi Beroperasi: Awal Baru dalam Pengamatan Bumi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!