BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 10 NOVEMBER 2025 • 14:13 WIB

Penemuan Virus Corona Baru dari Kelelawar di Brasil: BRZ batCoV

Penemuan Virus Corona Baru dari Kelelawar di Brasil: BRZ batCoVPenemuan Virus Corona Baru dari Kelelawar di Brasil: BRZ batCoV

Para ilmuwan baru saja mengidentifikasi virus corona baru bernama BRZ batCoV yang ditemukan pada kelelawar di Brasil, memiliki kesamaan genetik dengan SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

Baca juga: Mengapa Self Love Penting untuk Hubungan Sehat

Penemuan ini mengungkapkan keberadaan virus yang mungkin telah beredar di wilayah Amerika Latin tanpa terdeteksi, sejalan dengan terbatasnya aktivitas pengambilan sampel.

Virus Baru dari Kelelawar di Brasil

Penelitian ini dilakukan oleh Departemen Virologi Molekuler Universitas Osaka, Jepang, yang mengungkapkan bahwa virus BRZ batCoV terdeteksi pada spesies kelelawar berjanggut yang umum di berbagai kawasan Amerika Latin.

Analisis genetik menunjukkan bahwa virus ini memiliki situs pemotongan furin, bagian dari virus COVID yang memungkinkannya untuk masuk ke dalam sel manusia.

Kekhawatiran muncul di kalangan peneliti tentang asal-usul SARS-CoV-2, dengan spekulasi bahwa virus tersebut mungkin telah direkayasa di laboratorium. Penemuan ini justru menambah kompleksitas pemahaman kita mengenai evolusi virus.

Baca juga: Sidang Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Fitur Molekuler dan Proses Alami

Dr. Kosuke Takada, salah satu penulis dalam makalah tersebut, menjelaskan pentingnya fitur molekuler yang serupa bisa muncul secara mandiri dalam berbagai garis evolusi virus. Hal ini menunjukkan bahwa virus dapat berkembang secara alami tanpa campur tangan manusia.

Dia menekankan bahwa beberapa karakteristik tertentu pada virus dapat muncul dalam konteks yang berbeda, memungkinkan para ilmuwan memahami mekanisme evolusi dan adaptasi virus.

Prof. Stuart Neil dari King's College London menambahkan, penemuan situs pemotongan furin pada virus di luar SARS-CoV-2 bukanlah hal yang baru. Ini menegaskan perlunya penelitian yang berlanjut untuk memahami evolusi dan penyebaran virus.

Implikasi Penemuan untuk Pengawasan Satwa Liar

Penemuan virus baru ini memberikan peluang penting untuk meningkatkan pengawasan terhadap satwa liar di kawasan tersebut. Pengambilan sampel yang lebih luas diharapkan dapat mengungkap virus lain yang mungkin memiliki potensi menular ke manusia.

Prof. David Robertson dari University of Glasgow menyatakan bahwa kemunculan situs pemotongan furin dalam virus corona bukanlah kejutan. Bagian genom virus ini dikenal cukup adaptif dan mudah berubah.

Meningkatkan penelitian dan pengawasan terhadap virus-virus di satwa liar diharapkan menjadi langkah vital dalam mencegah kemungkinan pandemi di masa depan.

Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Penemuan Virus Corona Baru dari Kelelawar di Brasil: BRZ batCoV

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!