Mengenal Rabies: Ancaman Serius dan Cara Pencegahannya
Rabies adalah penyakit menular yang sangat berbahaya dengan tingkat fatalitas tinggi, disebabkan oleh virus rabies yang ditularkan melalui gigitan hewan terinfeksi. Meskipun sering kali dihubungkan dengan anjing, hewan lain seperti kucing, kelelawar, dan monyet juga dapat menjadi pembawa virus ini.
Baca juga: Komnas HAM Temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Masyarakat perlu memahami gejala awal, cara pencegahan, dan langkah-langkah penanganan jika terpapar virus rabies. Edukasi tentang penyakit ini menjadi sangat penting untuk melindungi diri dan hewan peliharaan.
Rabies adalah infeksi virus yang menyerang sistem saraf dan dapat menjadi fatal jika tidak ditangani dengan segera. Virus ini umumnya ditularkan melalui air liur hewan terinfeksi melalui gigitan.
Gejala awal rabies mungkin tidak langsung muncul, sering kali membutuhkan waktu antara 1 hingga 3 bulan. Gejala awal bisa mirip dengan flu, seperti demam, sakit kepala, dan kelelahan.
Setelah periode inkubasi, infeksi dapat berkembang menjadi gejala serius seperti kebingungan, kelumpuhan, atau gagal napas. Dalam banyak kasus, tanpa penanganan yang tepat, rabies bisa berujung pada kematian.
Baca juga: Kota-Kota Terbaik untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Rabies umumnya menyebar melalui gigitan hewan terinfeksi, terutama hewan peliharaan seperti anjing dan kucing. Ketika hewan tersebut menggigit, virus dapat masuk ke dalam tubuh orang yang terkena.
Hewan liar, seperti kelelawar, rubah, dan rakun, juga bisa menjadi pembawa rabies. Mereka sering membawa virus tanpa menunjukkan gejala, sehingga meningkatkan risiko penularan kepada manusia.
Selain melalui gigitan, rabies juga dapat menular melalui goresan yang terkontaminasi oleh air liur hewan terinfeksi.
Pencegahan rabies dapat dilakukan melalui vaksinasi bagi hewan peliharaan dan meningkatkan kesadaran pemilik hewan mengenai risiko serta tanda-tanda infeksi. Menghindari kontak dengan hewan liar juga menjadi langkah penting dalam mencegah penyebaran.
Jika seseorang mengalami gigitan atau kontak dengan hewan mencurigakan, langkah pertama adalah mencuci luka dengan sabun dan air. Setelah itu, penting untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan vaksin rabies.
Vaksinasi setelah paparan (PEP) harus diberikan sesegera mungkin untuk mencegah perkembangan rabies dan melibatkan rangkaian suntikan vaksin dalam waktu tertentu.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Dimulai
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: