Proyek LRT Gantung di Jakarta Timur: Memikat Investasi dan Menjawab Tantangan Transportasi
Rencana pembangunan moda transportasi baru kembali menggeliat di kawasan timur Jakarta dengan tawaran LRT gantung yang akan menghubungkan Cibubur dan Mekarsari sepanjang 11,5 kilometer.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Proyek ini diharapkan tidak hanya menjadi moda penghubung, tetapi juga feeder bagi jalur utama transportasi massal yang sudah ada di Jabodebek dengan total investasi mencapai Rp6,6 triliun.
Salah satu teknologi yang dikaji untuk proyek LRT gantung ini adalah dari Unitsky Nusantara. Konsep transportasi string atau UST yang diusulkan dianggap adaptif terhadap kondisi kota modern, dengan keunggulan arsitektural yang fleksibel.
Perusahaan menjelaskan bahwa "Salah satu keunggulan utama string transport UST adalah fleksibilitas arsitekturalnya - mampu terintegrasi langsung dengan bangunan komersial, pusat bisnis, kawasan hunian, hingga infrastruktur kota yang sudah ada."
Teknologi ini menawarkan jalur yang melayang di atas permukaan tanpa memerlukan pembebasan lahan besar. Struktur ramping yang diusung memudahkan pembangunan di atas infrastruktur eksisting dan di sekitar gedung komersial serta kawasan perumahan yang padat.
Baca juga: Rumor iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Siapakah yang Akan Mengadaptasi eSIM?
Konsep LRT gantung ini menawarkan efisiensi biaya dan nilai tambah bagi kawasan. Penghematannya terletak pada minimnya kebutuhan lahan, sehingga investasi relatif lebih hemat dibanding moda LRT konvensional.
Unitsky Nusantara menekankan bahwa sistem ini "tidak memaksa kota berubah, tapi beradaptasi dengan cerdas terhadap struktur yang ada, menciptakan konektivitas baru tanpa mengganggu ruang hidup."
Dengan stasiun yang dekat dengan pusat bisnis atau hunian, proyek ini diharapkan dapat meningkatkan nilai properti dan memperindah lanskap kota.
Meskipun memiliki potensi besar, proyek LRT gantung ini masih perlu kajian lebih lanjut mengenai skema investasi, kesiapan teknologi, regulasi, dan integrasi antar moda transportasi. Pemerintah menyatakan bahwa proyek masih dalam tahap studi dan penjajakan kerja sama dengan calon investor.
Arif Anwar, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Ditjen Perkeretaapian, menjelaskan, "Posisi saat ini mereka lagi mengerjakan studi FS, dan ini dilepas ke investor, kira-kira seperti apa."
Hasil dari studi ini diharapkan dapat menjawab pertanyaan tentang bagaimana jenis investasi yang akan dilakukan, apakah berupa investasi murni atau kerjasama pembangunan dengan perusahaan.
Baca juga: Google Respon Terkait Masalah Keamanan Gmail dan Aktivitas Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: