BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 21 OKTOBER 2025 • 18:52 WIB

Menguak Bullying Diam: Dampak dan Solusi di Kalangan Remaja

Menguak Bullying Diam: Dampak dan Solusi di Kalangan RemajaMenguak Bullying Diam: Dampak dan Solusi di Kalangan Remaja

Dramanya bullying di kalangan anak muda semakin menjadi perhatian di Indonesia. Kali ini, fenomena bullying tidak hanya terbatas pada perundungan yang terlihat, melainkan juga perilaku diam yang menambah penderitaan bagi korban.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menunjukkan bahwa lebih dari 30% siswa pernah mengalami bullying. Ini menandakan bahwa bullying dapat terjadi pada semua usia, termasuk remaja dan dewasa.

Pengertian Bullying dalam Konteks Modern

Bullying adalah perilaku agresif yang dilakukan secara berulang dengan ketidakseimbangan kekuatan antara pelaku dan korban. Di era digital, bullying dapat muncul dalam berbagai bentuk, termasuk perundungan di media sosial dan perilaku diam yang menyakiti perasaan.

Menurut laporan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, angka tersebut menunjukkan bahwa bullying adalah masalah serius yang perlu diatasi. Data ini mencerminkan bahwa bullying tidak terbatas hanya pada anak-anak, tapi juga melibatkan remaja dan dewasa.

Aspek penting yang sering terabaikan adalah bullying pasif, yang termasuk mengabaikan seseorang, tidak melibatkan mereka dalam percakapan, atau tidak memberikan dukungan saat dibutuhkan. Bentuk bullying ini sering kali lebih sulit dikenali ketimbang agresi langsung.

Baca juga: Komnas HAM Temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Dampak dari Perilaku Diam

Dampak dari bullying yang terjadi melalui perilaku diam bisa sangat besar. Korban yang merasa terisolasi menghadapi tekanan emosional yang dapat berujung pada masalah mental seperti kecemasan dan depresi.

Psikolog menjelaskan bahwa ketidakpedulian dari teman dan lingkungan sekitar dapat membuat individu merasa tidak berharga. Dalam hal ini, dukungan sosial sangat penting, sehingga perilaku diam dapat teramat merugikan.

Jika lingkungan membiarkan perilaku ini terus berlanjut, akan tercipta kultur yang menganggap dukungan sosial tidak penting. Ini justru dapat meningkatkan tingkat bullying di kalangan anak muda.

Adaptasi dan Tindakan yang Dapat Diambil

Menghentikan siklus bullying adalah tanggung jawab bersama. Menciptakan lingkungan inklusif dengan melibatkan orang-orang yang terasing dalam kegiatan sosial adalah langkah awal yang baik.

Sekolah serta institusi dapat berperan penting dalam mengedukasi siswa tentang dampak perilaku diam. Program dan workshop dapat dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran tentang bullying yang tidak terlihat.

Komunikasi terbuka menjadi kunci. Mengajarkan keterampilan sosial dan empati kepada anak-anak dan remaja sejak dini dapat membantu mereka memahami pentingnya dukungan sosial serta menanggapi bullying dengan cara yang positif.

Baca juga: Kunto Aji Menyuarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Harapan Masyarakat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Menguak Bullying Diam: Dampak dan Solusi di Kalangan Remaja

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!