BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 20 OKTOBER 2025 • 17:43 WIB

Peringatan Hari Santri Nasional: Merayakan Peran Pesantren di Indonesia

Peringatan Hari Santri Nasional: Merayakan Peran Pesantren di IndonesiaPeringatan Hari Santri Nasional: Merayakan Peran Pesantren di Indonesia

Setiap 22 Oktober, kita memperingati Hari Santri Nasional untuk mengingat pentingnya pesantren dalam sejarah pendidikan di Indonesia.

Baca juga: Polisi Tangkap ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Berbagai kegiatan digelar sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi pesantren dalam membentuk karakter generasi muda.

Sejarah Penetapan Hari Santri

Hari Santri Nasional ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada 22 Oktober 2015 di Masjid Istiqlal, Jakarta. Ini merupakan langkah pengakuan terhadap perjuangan umat Islam dalam konteks sejarah kemerdekaan.

Penetapan ini berakar dari usulan KH Thoriq bin Ziyad, yang menekankan pentingnya peran pesantren dalam perjuangan kemerdekaan, mengingat peristiwa yang berkaitan dengan fatwa 'Resolusi Jihad'.

Fatwa tersebut, yang dikeluarkan oleh KH Hasyim Asy'ari, mengajak umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan dari penjajahan. Ini menjadi landasan perjuangan yang dikenal dalam pertempuran Surabaya pada 10 November, yang kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Yang Perlu Diketahui

Peran Pesantren dalam Kebangsaan

Pesantren memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan karakter dan kemandirian masyarakat, dengan riwayat yang sudah berlangsung sejak sebelum Indonesia merdeka. Ini terlihat dalam berbagai kegiatan edukasi yang dilakukan di lingkungan pesantren.

Sebagai contoh, santri di Jember menuliskan novel yang memperlihatkan interaksi mendidik antara santri dan guru, mencerminkan kedekatan dalam proses pembelajaran dan pengembangan karakter.

Tradisi penghormatan terhadap guru di pesantren, seperti mencium tangan, juga menunjukkan keikhlasan santri dalam menerima ilmu. Ini bukan hanya simbol, tetapi juga mengindikasikan tanggung jawab keilmuan yang meliputi nilai moral di samping akademik.

Kritik dan Harapan bagi Persatuan Bangsa

Di tengah kemajuan era digital, kritik terhadap pesantren juga kerap muncul. Misalnya, kejadian ambruknya mushalla di beberapa pesantren menarik perhatian publik dan mempertanyakan kondisi fasilitas pendidikan.

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa kritik terhadap pesantren harus dilihat dalam konteks pentingnya menjaga kesatuan antar kelompok identitas. 'Serangan kepada kelompok identitas tidak boleh terjadi', katanya, menekankan pada dampak negatif yang bisa ditimbulkan bagi masyarakat yang beragam.

Dalam hal ini, Hari Santri 2025 diharapkan bisa menjadi momen refleksi, untuk menghargai semua kelompok identitas dan mewujudkan kedamaian dan kerukunan yang lebih baik di Indonesia.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Insiden Perampokan Rumah Uya Kuya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Peringatan Hari Santri Nasional: Merayakan Peran Pesantren di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!