BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 16 OKTOBER 2025 • 14:49 WIB

Dampak Manajer terhadap Kesehatan Mental Karyawan: Sebuah Studi Menarik

Dampak Manajer terhadap Kesehatan Mental Karyawan: Sebuah Studi MenarikDampak Manajer terhadap Kesehatan Mental Karyawan: Sebuah Studi Menarik

Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa sosok manajer memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan mental karyawan, bahkan lebih besar dibandingkan dengan peran terapis atau dokter.

Baca juga: Prabowo Subianto Jadi Kontroversi dalam Kunjungan ke China

Studi yang dilakukan oleh The Workforce Institute ini melibatkan 3.400 responden dari sepuluh negara, dan hasilnya menekankan pentingnya peran manajer dalam menjaga kesejahteraan mental pekerja.

Pengaruh Manajer terhadap Kesehatan Mental

Menurut hasil survei dari The Workforce Institute, dampak manajer terhadap kesehatan mental karyawan mencapai angka 69%. Ini lebih tinggi dibandingkan dengan 51% dari dokter dan 41% dari terapis, menunjukkan bahwa manajer memiliki peran yang sangat signifikan.

Temuan ini menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen karyawan lebih memilih menjaga kesehatan mental yang baik dibandingkan hanya mencari pekerjaan dengan gaji tinggi. Fokus pada kesejahteraan mental menjadi prioritas bagi banyak pekerja di era saat ini.

Stres tentu saja mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, dengan 71 persen karyawan melaporkan bahwa stres berdampak pada kehidupan rumah tangga mereka. Dalam hal ini, 64 persen lainnya merasakan dampak terhadap kesejahteraan umum akibat stres yang mereka alami.

Baca juga: Kunto Aji Menyuarakan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Harapan Masyarakat

Stres Kerja dan Dinamika Visi Manajer

Dalam konteks tekanan kerja, Pat Wadors, perwakilan dari Workforce Institute, menjelaskan pentingnya membicarakan faktor-faktor penyebab stres sehari-hari. 'Kita sering membicarakan kesehatan mental dalam konteks diagnosis medis atau kelelahan,' ujarnya, mengingatkan bahwa masalah ini perlu lebih banyak perhatian dari para pemimpin.

Wadors juga menekankan bahwa sebuah kepemimpinan yang baik mampu meyakinkan karyawan bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi stres. Dengan dukungan dan komunikasi yang terbuka, lingkungan kerja yang nyaman dapat tercipta.

Lebih dari 57 persen karyawan yang merasa tidak puas dengan pekerjaan mereka memilih mengundurkan diri karena ketidakpuasan terhadap atasan. Hal ini jelas menunjukkan betapa pentingnya peran manajer dalam menciptakan suasana kerja yang positif dan menggembirakan.

Peran Kepemimpinan dalam Kesehatan Mental Karyawan

Kepemimpinan yang autentik dan terbuka menjadi kunci untuk menciptakan rasa memiliki di tempat kerja. 'Setiap atasan memiliki kemampuan untuk mengubah tempat kerja menjadi lingkungan yang toksik atau memprioritaskan kepuasan karyawan,' tegas Wadors.

Penting bagi manajer untuk memahami bahwa komunikasi dan empati berperan sangat penting dalam kesehatan mental karyawan. Lingkungan yang mendukung dapat mengurangi perasaan tertekan dan membantu meningkatkan produktivitas di antara pekerja.

Dengan pendekatan yang lebih humanis, karyawan dapat merasa lebih nyaman untuk mengungkapkan masalah yang mereka hadapi, yang pada akhirnya dapat menurunkan tingkat stres dan memberikan kontribusi positif terhadap tim.

Baca juga: Alexander Isak Bergabung dengan Liverpool: Transfer Mengejutkan di Bursa Musim Panas

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Dampak Manajer terhadap Kesehatan Mental Karyawan: Sebuah Studi Menarik

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!