BPOM Cek Keamanan Obat di Tengah Tragedi Kematian di India
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI baru-baru ini menjelaskan perihal kasus sirup obat batuk yang terkontaminasi di India, yang menyebabkan kematian tragis pada sejumlah anak.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Memperkuat Timnas
Dua produk yang terlibat, Coldrif Cough Syrup dan Nextro-DS, tidak terdaftar di Indonesia dan BPOM memastikan bahwa keduanya tidak akan beredar di pasar domestik.
BPOM mengumumkan bahwa hasil penelitian di database mereka menunjukkan bahwa baik Coldrif Cough Syrup maupun Nextro-DS tidak memiliki izin edar di Indonesia, menegaskan komitmen pemerintah dalam melindungi masyarakat dari produk berbahaya.
Menurut BPOM, "Berdasarkan hasil patroli siber BPOM, kedua produk tersebut juga tidak ditemukan dalam penjualan/peredaran secara online di e-commerce di Indonesia," yang menunjukkan upaya preventif yang dilakukan.
Dengan memastikan bahwa sirup obat ini tidak memenuhi syarat impor, BPOM menciptakan tingkat keamanan yang lebih tinggi untuk kesehatan masyarakat.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru, Isu Kebebasan Sipil di Indonesia
BPOM bertekad untuk meningkatkan pengawasan produk obat dengan memperkuat kerjasama dalam pengawasan pre- dan post-market, serta penegakan hukum terhadap obat-obatan ilegal.
"BPOM juga memastikan dan mendorong industri farmasi untuk melakukan pemantauan mandiri (self assessment) terhadap pemenuhan persyaratan termasuk uji cemaran EG/DEG pada bahan baku dan sediaan sirup obat," ungkap BPOM.
Langkah-langkah ini penting untuk menjamin bahwa semua produk yang beredar di masyarakat memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.
Kejadian di India menggambarkan dampak serius dari penggunaan obat yang terkontaminasi, dengan jumlah kematian akibat keracunan sirup Coldrif mencapai 20 anak.
Wakil Ketua Menteri Madhya Pradesh, Rajendra Shukla, menyatakan, "Sejauh ini, 20 anak dari Madhya Pradesh telah meninggal dunia saat menjalani perawatan," mencerminkan urgensi situasi ini.
Tragedi ini memicu kemarahan publik dan tuntutan untuk tindakan lebih lanjut dari pemerintah India dalam mencegah kejadian yang sama di masa depan.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Tindakan Massa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: