BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 07 OKTOBER 2025 • 16:37 WIB

Menteri Ketenagakerjaan Soroti Tantangan PHK di Indonesia

Menteri Ketenagakerjaan Soroti Tantangan PHK di IndonesiaMenteri Ketenagakerjaan Soroti Tantangan PHK di Indonesia

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyatakan bahwa maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia disebabkan oleh daya saing industri nasional yang lemah.

Baca juga: Alexander Isak Bergabung dengan Liverpool: Transfer Mengejutkan di Bursa Musim Panas

Rendahnya produktivitas tenaga kerja juga menjadi faktor utama yang berkontribusi pada kondisi ini.

Daya Saing dan Produktivitas sebagai Faktor Utama

Pada acara peluncuran Dokumen Master Plan Produktivitas Nasional, Yassierli menegaskan bahwa produktivitas adalah kunci untuk meningkatkan daya saing industri. 'Produktivitas menjadi pendorong daya saing industri kita. Kalau saya sering sampaikan, salah satu penyebab PHK adalah karena memang daya saing kita yang kurang, resilience (ketangguhan)-nya lemah,' ujarnya.

Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa kemampuan industri dalam memanfaatkan sumber daya secara efisien sangat mempengaruhi daya saing. 'Faktornya banyak. Maka produktivitas dari industri kita, juga kemampuan kita untuk menggunakan resources (sumber daya) yang tersedia, kemudian menghasilkan produk yang lebih murah, lebih efisien, kemudian berkualitas lebih baik,' tuturnya.

Yassierli juga menggarisbawahi pentingnya mendayagunakan momentum bonus demografi yang kini dihadapi Indonesia. 'Bonus demografi ini harus kita sambut, kita songsong agar memberikan value (nilai) bagi bangsa ini, adalah dengan tenaga kerja yang berkualitas,' tambahnya.

Baca juga: Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil: Nikmati Momen Sederhana

Kaitan Antara Produktivitas dan Pertumbuhan Ekonomi

Yassierli menunjukkan bahwa produktivitas total faktor (Total Factor Productivity/TFP) memiliki hubungan kuat dengan pertumbuhan ekonomi (GDP). TFP dinilai sebagai pendorong utama pertumbuhan yang muncul dari inovasi, kemajuan teknologi, dan peningkatan keterampilan pekerja.

Ia menekankan bahwa meningkatkan produktivitas nasional harus menjadi prioritas untuk mencapai target Indonesia Emas 2045. 'Termasuk juga kemudian Indonesia Emas 2045, ada korelasi antara total factor productivity dengan GDP itu sendiri,' kata Yassierli.

Keberhasilan dalam meningkatkan produktivitas, menurutnya, akan memengaruhi keberlangsungan ekonomi nasional di masa depan.

Prediksi Tren PHK di Sektor Pengusaha

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mencatat bahwa tren PHK diperkirakan akan berlanjut hingga akhir tahun 2025. 'Ini memang sudah dirasakan juga dari survei yang dibuat oleh Apindo,' katanya dalam konferensi pers.

Shinta menjelaskan bahwa fenomena ini bukan sekadar peristiwa musiman, tetapi gejala yang perlu perhatian serius. 'Ini bukan hanya sekadar PHK biasa, tapi ini memang PHK sedang benar-benar berjalan dan masih terus bergulir,' tekan Shinta.

Data dari BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa 150 ribu pekerja telah terkena PHK antara Januari hingga Juni 2025, di mana lebih dari 100 ribu di antaranya mengajukan klaim manfaat jaminan. 'Angka ini belum termasuk catatan dari Kementerian Ketenagakerjaan,' informasi Shinta.

Baca juga: Manchester United dan Manchester City Mengincar Kiper Baru Menjelang Penutupan Bursa Transfer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Menteri Ketenagakerjaan Soroti Tantangan PHK di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!