Konflik Parkir: Perseteruan Imam Muslimin dan Sahara Hebohkan Dunia Maya
Perseteruan antara Imam Muslimin, eks dosen Universitas Islam Negeri Malang, dan tetangganya Sahara, baru-baru ini menarik perhatian publik di media sosial.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Diplomasi Dalam 8 Jam
Masalah ini berawal dari insiden sepele terkait parkir kendaraan rental yang menghalangi akses masuk rumah Yai Mim.
Perseteruan ini dimulai pada malam hari ketika Yai Mim dan istrinya, Rosida, baru pulang dari Jakarta. Mereka sangat terkejut menemukan mobil rental yang terparkir tepat di depan pintu masuk rumah mereka, meski ada tanda larangan parkir yang jelas.
Rosida menjelaskan, "Ketika sampai rumah, ada mobil parkir depan pintu. Padahal sudah ada tulisan 'Mohon tidak parkir depan pintu'". Hal ini memaksa mereka untuk menunggu pemilik kendaraan agar segera memindahkan mobil tersebut.
Setelah menunggu beberapa jam tanpa hasil, mereka memutuskan untuk masuk ke rumah dan beristirahat. Namun, pada dini hari, Rosida terpaksa menelepon Sahara sekali lagi untuk meminta agar mobil tersebut segera dipindahkan.
Baca juga: Prabowo Subianto Jadi Kontroversi dalam Kunjungan ke China
Saat Rosida menghubungi Sahara, ia diminta untuk membangunkan sopir yang sedang tidur. Yai Mim pun mencoba memindahkan kendaraan rental itu sendiri dengan sedikit keras, meski tindakan ini menimbulkan suara yang cukup mengganggu.
Yai Mim kemudian menyatakan, "Saya bilang minta maaf, karena saya harus ngaji. Mbak Sahara juga minta maaf, tidak ada masalah waktu itu". Sayangnya, suasana damai tersebut tidak bertahan lama.
Setelah insiden itu, masalah parkir liar terus berulang, yang mendorong Yai Mim untuk mencari solusi. Ia berinisiatif untuk membersihkan lahan di depan rumahnya agar bisa digunakan sebagai lokasi parkir baru.
Yai Mim mengeluarkan biaya sebesar Rp 12 juta untuk membersihkan lahan tersebut setelah mendapatkan izin dari perangkat RT setempat. Ia menawarkan lokasi baru kepada Sahara dan suaminya, Sofyan, dengan biaya Rp 1 juta untuk pemanfaatan.
Namun, masalah parkir masih belum teratasi, membuat Imam mengkhawatirkan situasi tersebut. "Namun ternyata, yang saya khawatirkan tetap terjadi. Masih saja ada mobil diparkir depan rumah," ungkapnya.
Perseteruan ini semakin memburuk ketika masalah lain muncul berkaitan dengan kondisi jalan yang becek, di mana Imam meminta Sofyan untuk memasang paving, yang kemudian ditarik kembali setelah perselisihan berlangsung.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama MLS dari Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: