BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 01 OKTOBER 2025 • 11:34 WIB

Tragedi Runtuhnya Mushala di Sidoarjo: 102 Korban Dievakuasi, 38 Santri Masih Terjebak

Tragedi Runtuhnya Mushala di Sidoarjo: 102 Korban Dievakuasi, 38 Santri Masih TerjebakTragedi Runtuhnya Mushala di Sidoarjo: 102 Korban Dievakuasi, 38 Santri Masih Terjebak

Proses pencarian di Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo berlanjut, dengan total 102 korban berhasil dievakuasi dari reruntuhan mushala. Sementara itu, 38 santri lainnya masih terjebak di puing-puing bangunan.

Baca juga: Mengapa Self Love Penting untuk Hubungan Sehat

Kantor SAR Kelas A Surabaya melaporkan bahwa tiga orang telah ditemukan meninggal dunia, dan tim evakuasi terus berupaya menjangkau korban yang masih terkurung di bawah struktur yang runtuh.

Detail Tragedi Runtuhnya Mushala

Runtuhnya mushala di Pondok Pesantren Al Khoziny terjadi pada Senin, 29 September 2025, ketika santri sedang melaksanakan shalat ashar. Bangunan tiga lantai itu ambruk sekitar pukul 15.00 WIB, menimpa para santri yang berada di dalamnya.

Tim SAR menyatakan bahwa dari 102 orang yang berhasil dievakuasi, 11 di antaranya dievakuasi oleh petugas, sementara sisanya berhasil keluar dengan usaha mandiri. Situasi ini menunjukkan kepadatan dan kesulitan yang dihadapi oleh para santri saat itu.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens, Akhiri Pencarian Emiliano Martinez

Korban Meninggal dan Upaya Pencarian

Dari jumlah tersebut, tiga santri dinyatakan meninggal dunia: Maulana Ibrahim (15) dari Bangkalan, Mashudul Haq (14) dari Surabaya, dan Muhammad Sholeh (22) dari Bangka Belitung. Ketiga korban sudah diidentifikasi dan keluarganya telah diberitahu.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, optimis masih ada santri yang dapat diselamatkan. 'Kami meyakini bahwa masih ada yang bisa selamat dan yang terakhir ini justru kami masih bisa berkomunikasi,' ungkapnya dalam keterangannya.

Langkah-langkah dan Dukungan dari Pihak Berwenang

Proses pencarian dilakukan dengan seksama, termasuk sterilisasi area lokasinya. Petugas SAR mengatur jarak aman hingga 50 meter dari gerbang asrama putra untuk menjaga konsentrasi selama pencarian berlangsung.

Nanang Sigit menjelaskan bahwa kondisi bangunan yang runtuh menambah kesulitan penyelamatan. 'Karena posisinya beton-beton itu lintang menutupi para korban, sehingga kami harus memberikan akses dengan memberikan lubang atau memotong bagian-bagian dari struktur bangunan tersebut,' terangnya.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, juga turun tangan dengan meninjau lokasi dan menyatakan bahwa pihaknya melibatkan pakar konstruksi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk membantu proses pencarian.

Baca juga: Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil: Nikmati Momen Sederhana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Tragedi Runtuhnya Mushala di Sidoarjo: 102 Korban Dievakuasi, 38 Santri Masih Terjebak

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!