Ethel Caterham. (Foto: Istimewa)
HYPEVOX – Ethel Caterham lahir pada 8 Juni 1908 di Shipton Bellinger, Inggris. Wanita ini mencetak sejarah sebagai orang tertua yang masih hidup dengan usia 115 tahun dan 252 hari pada saat dinyatakan. Lebih dari sekadar angka, cerita hidupnya menyimpan banyak pelajaran berharga yang patut kita teladani.
Dari kejadian-kejadian besar dalam sejarah dunia hingga rahasia kehidupannya yang penuh warna, Caterham menjadi simbol dari keberanian dan ketahanan.
Sejak kecil, Ethel merupakan anak ketujuh dari delapan bersaudara dalam keluarga yang penuh perhatian. Ketika menginjak usia 18 tahun, ia bekerja sebagai pengasuh anak di sebuah keluarga militer di India, yang tentunya memberikan banyak pengalaman hidup.
Sepanjang hidupnya, Ethel menjadi saksi berbagai perubahan global yang besar. Ia melihat tayangan hidup dari mulai tenggelamnya Titanic hingga dua Perang Dunia yang mengguncang bumi. Hal-hal ini memberikan warna tersendiri dalam kehidupan Ethel dan memberi pengertian yang dalam tentang dampak sejarah.
Ketahanan Ethel dalam menyaksikan peristiwa besar ini menunjukkan bahwa meskipun zaman terus berubah, sikap positif dan keteguhan hati adalah kunci untuk bertahan.
Ethel selalu mengedepankan gaya hidup aktif. Ia dikenal melakukan yoga ketika masih muda dan memiliki kebiasaan baik dalam berinteraksi sosial, bahkan hingga usia 90-an. Menurut cucunya, Ethel suka bermain bridge, sebuah permainan yang mengajarkan strategi dan interaksi sosial, sehingga menjaga pikirannya tetap tajam.
Kebiasaan lainnya yang patut ditiru adalah kesukaannya terhadap minuman sherry yang disantap secara bijak. Rutin bercengkrama dengan keluarga dan teman-teman juga menjadi salah satu cara Ethel untuk menjaga semangat hidupnya.
Ethel hidup di zaman yang sangat berbeda dari sekarang. Ia mengalaminya semua, dari era bebas pasca-perang hingga teknologi modern saat ini. Setiap pengalaman, dari kejadian bersejarah hingga perjalanan hidupnya yang bermakna, membuatnya kaya akan cerita dan kebijaksanaan.
Belajar dari hidupnya yang panjang, Ethel menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda. Mungkin kita tidak bisa menjadikan sejarah sebagai pengalaman, namun kita bisa meneruskan hikmah dari pengalaman tersebut.
Keluarga adalah inti dari kehidupan Ethel. Dukungan dan cinta dari orang-orang terdekat memberinya kekuatan untuk menghadapi segala tantangan di hidupnya. Dalam setiap momen, Ethel melibatkan keluarganya, berbagi tawa, cinta, dan kenangan.
Momen-momen ini menjadi jembatan penghubung antara generasi, menunjukkan bahwa cinta dan kebersamaan adalah cara terbaik untuk menjalani hidup yang panjang dan berarti.
Dari perjalanan hidup Ethel Caterham, ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil. Salah satunya adalah pentingnya tetap aktif, gaya hidup yang positif, dan terhubung dengan orang-orang terkasih. Kita tidak perlu hidup hingga usia 115 tahun untuk menghargai momen seumur hidup, tetapi telah diperingati dan terinspirasi oleh ceritanya sudah cukup membuat kita berkaca dan mundur sedikit.
Dengan segala kebijaksanaan yang ia simpan, Ethel mengingatkan kita bahwa cara terbaik untuk hidup adalah dengan berani menjalani hidup dengan cara yang kita cintai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: