BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 16 MEI 2025 • 23:40 WIB

Driver Ojol Bakal Demo Besar & Offbid Massal 20 Mei, Minta Potongan Komisi Dievaluasi

Driver Ojol Bakal Demo Besar & Offbid Massal 20 Mei, Minta Potongan Komisi DievaluasiIlustrasi Ojek Online (Ojol). (Foto: Istimewa)

HYPEVOX – Pada 20 Mei 2025, diperkirakan akan terjadi sebuah aksi besar-besaran dari sekitar 500 ribu pengemudi ojek online (ojol) di Indonesia. Mereka berencana untuk mematikan aplikasi secara serentak sebagai bentuk protes terhadap kebijakan yang dianggap merugikan mereka. Selain itu, unjuk rasa ini juga dijadwalkan akan berlangsung di berbagai kota, termasuk Jabodetabek, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Aksi offbid ini diorganisir oleh Garda, asosiasi pengemudi ojol, yang ingin menyampaikan aspirasi mereka terkait regulasi dan kebijakan yang dirasa tidak adil. Hal ini tentunya menjadi pukulan besar bagi mereka yang menggantungkan hidup melalui aplikasi tersebut.

Alasan di Balik Aksi Unjuk Rasa

Salah satu masalah utama yang diangkat oleh para driver ojol adalah besarnya potongan komisi yang diterapkan oleh aplikator. Diberitakan, potongan komisi bisa mencapai 40%, sementara pengemudi hanya menerima pembayaran yang sangat sedikit setelah dipotong biaya aplikasi.

Contohnya, ketika pelanggan membayar Rp18.000 untuk pengantaran, pengemudi hanya mendapatkan sekitar Rp5.200. Situasi ini tak ayal menimbulkan rasa ketidakpuasan yang mendalam di kalangan pengemudi, hingga memicu aksi unjuk rasa yang akan datang.

Dampak Aksi Terhadap Masyarakat

Dengan mematikan aplikasi secara massal, pengemudi ojol berharap masyarakat dapat memahami betapa pentingnya isu ini bagi mereka. Masyarakat diimbau untuk menyesuaikan rencana perjalanan mereka pada tanggal tersebut agar tidak terjebak dalam kemacetan yang mungkin terjadi di sekitar lokasi unjuk rasa.

Jelas sekali bahwa aksi ini bukan hanya sebuah langkah untuk menunjukkan ketidakpuasan, tetapi juga bertujuan untuk memperbaiki ekosistem transportasi daring secara menyeluruh.

Respons dari Pemerintah

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menanggapi rencana aksi ini dengan mencari jalan tengah untuk mendengarkan keluhan para pengemudi ojol. Mereka berkomitmen untuk segera bertemu dengan aplikator untuk membahas masalah yang muncul, termasuk potongan komisi yang berbuntut pada penderitaan para pengemudi.

Menyusul laporan dari Anggota Komisi V DPR RI, pemerintah sedang berusaha mencari solusi yang adil bagi semua pihak terkait agar ekosistem transportasi bisa menjadi lebih baik dan berkelanjutan.

Masyarakat dan Komunitas Pengemudi

Para pengemudi ojek online bukan hanya sekadar profesional yang mengantarkan barang dan penumpang. Mereka adalah bagian dari komunitas yang saling mendukung dan menggantungkan iso ekonomi keluarga mereka pada pekerjaan ini. Ketika satu pihak merasa tidak adil, pihak lain, termasuk pengguna, bisa merasakan dampaknya.

Kolaborasi antar pengemudi juga terlihat dalam aksi ini, dengan dukungan dari berbagai daerah selain Jabodetabek, menjadikan aksi ini sebagai bentuk solidaritas yang nyata.

Masa Depan Setelah Aksi

Setelah aksi unjuk rasa ini, penting untuk berharap bahwa pihak pemerintah dan aplikator akan mengambil langkah konkret untuk menciptakan perubahan yang lebih baik bagi para pengemudi. Jika permasalahan ini tidak ditangani, bisa saja mempengaruhi layanan transportasi daring di masa mendatang.

Semoga kedepannya, kita dapat melihat sebuah ekosistem yang lebih sehat dan hubungan yang saling menguntungkan antara pengemudi dan aplikator, demi kenyamanan kita semua.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Driver Ojol Bakal Demo Besar & Offbid Massal 20 Mei, Minta Potongan Komisi Dievaluasi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!