Aksi Demo atau Unjuk Rasa Driver Ojek Online (OJol) Se Jabodetabek. (Foto: Istimewa)
HYPEVOX – Driver ojek online atau yang sering kita sebut sebagai ojol lagi-gerah banget nih! Mereka sudah gelar demo dan nyalain suara keras-keras, semua ini karena masalah potongan komisi yang masih bikin mereka merugi.
Baru-baru ini, mereka ngancam akan adakan demo lebih besar di akhir Mei 2025, jika pemerintah tetap keukeuh dengan regulasi yang ada. Bayangkan saja, potongan aplikasi itu ditetapkan maksimal 20 persen, padahal mereka minta hanya 10 persen. Jadi, bisa dibayangkan dong, betapa frustasinya mereka!
Ojol ini bukan hanya sekadar tukang ojek online, mereka adalah darah daging yang menghidupi potongan kecil dari setiap perjalanan. Sejak bertahun-tahun lalu, para driver merasa terjepit oleh kebijakan yang dianggap tidak adil.
Permenhub Nomor 12 Tahun 2019 dan Kepmenhub Nomor 101 Tahun 2022 jelas-jelas menyatakan bahwa potongan maksimal hanya 10 persen, tapi berbagai aplikasi selalu melanggar. Nah, di sinilah letak kemarahan mereka, karena menganggap tindakan ini merugikan mereka dan pelanggan.
Aksi demonstrasi menjadi pilihan terakhir setelah semua jalur komunikasi terasa buntu. Pengemudi ojol sudah berusaha berbicara, namun sepertinya pihak-pihak yang berwenang tak terlalu mendengar.
Dalam aksi terkini yang diadakan, mereka beramai-ramai berkumpul di Patung Kuda, Jakarta dengan tujuan yang jelas: meminta regulasi yang lebih adil dan sesuai dengan hak mereka.
Masalah ini bukan cuma sekadar potongan komisi, lho! Itu pengaruhnya sampai ke kualitas hidup mereka. Saat potongan tetap tinggi, otomatis pendapatan mereka tergerus. Ini jadi masalah yang cukup serius.
Banyak dari mereka yang menggantungkan harapan dan nasib pada setiap perjalanan yang mereka lakukan. Jika potongan aplikator tidak diturunkan, maka kehidupan sehari-hari mereka bisa terganggu.
Di tengah kerumunan para driver, mereka menggugah pihak DPR untuk menyuarakan aspirasi mereka. Mengingat pentingnya dukungan dari lembaga legislatif ini, ajakan untuk mendesak Kemenhub agar merevisi aturan pun didengungkan. Kebersamaan ini menunjukkan bahwa semua kalah dan menang di lapangan transportasi online ini sangat berpengaruh pada kehidupan mereka.
Kini, semua mata tertuju pada pemerintah. Apakah mereka akan segera merevisi aturan yang ada? Jika tidak, ancaman demo lebih besar bukan hal yang mustahil. Pengemudi ojol jelas-jelas berkomitmen untuk mendemontrasikan bahwa mereka ingin didengar, dan tuntutan mereka bukan untuk dijadikan remeh. Mari kita tunggu keputusan dan aksi selanjutnya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: