Sabtu, 22 NOVEMBER 2025 • 10:40 WIB

Fenomena Ketularan Aksen: Mengapa Kita Mengadopsi Cara Berbicara Baru Setelah Liburan?

Author

Fenomena Ketularan Aksen: Mengapa Kita Mengadopsi Cara Berbicara Baru Setelah Liburan?

Pernahkah Anda mendengar teman yang baru pulang dari liburan tiba-tiba berbicara dengan aksen yang berbeda? Fenomena ini ternyata sering terjadi dan menarik perhatian banyak orang.

Baca juga: Polisi Tangkap ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Setelah liburan singkat, beberapa orang pulang dengan aksen baru yang mungkin terdengar aneh atau lucu. Ini bukan kebetulan, melainkan akibat pengaruh lingkungan yang memengaruhi cara bicara mereka.

Apa Itu Accent Contagion?

Accent contagion, atau ketularan aksen, adalah fenomena di mana seseorang mengadopsi cara bicara mirip dengan orang-orang di sekitarnya. Ini sering terjadi saat mereka berinteraksi dalam kelompok sosial baru atau tinggal di lingkungan yang memiliki accent yang berbeda.

Proses ini terjadi dengan sangat cepat, bahkan dalam waktu singkat seperti liburan. Misalnya, seseorang yang pergi ke Australia mungkin pulang dengan aksen Aussie, meskipun sebelumnya tidak pernah berbicara dengan cara itu.

Para ahli menyebutkan bahwa ketularan aksen ini berkaitan erat dengan naluri manusia untuk beradaptasi. Dalam situasi sosial, kita cenderung ingin diterima dan menjadi bagian dari kelompok, yang sering memicu perubahan cara bicara.

Baca juga: Komnas HAM Temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Dari Mana Asal Perubahan Aksen Ini?

Salah satu penyebab utama ketularan aksen adalah interaksi langsung dengan penutur asli. Ketika kita mendengarkan orang lain berbicara dengan aksen tertentu, otak kita cenderung merekam dan menyesuaikan cara berbicara kita sendiri untuk lebih mirip dengan mereka.

Pengaruh media juga memainkan peran penting. Misalnya, seseorang yang banyak menonton film dengan karakter beraksen tertentu mungkin merasa dorongan untuk meniru cara bicara tersebut, bahkan tanpa sadar.

Ada teori yang menyatakan bahwa perubahan aksen ini terkait dengan pengalaman emosional yang dialami saat liburan. Suasana hati yang positif dan pengalaman baru bisa meningkatkan keinginan seseorang untuk beradaptasi dan meniru ciri komunikasi yang mereka lihat.

Dampak Sosial dari Ketularan Aksen

Perubahan aksen bisa membawa dampak positif dan negatif. Di satu sisi, perubahan ini dapat membuat seseorang lebih mudah bergaul atau diterima di lingkungan baru.

Namun, terkadang hal ini juga dapat membuat orang dianggap aneh atau tidak konsisten. Di beberapa budaya, penggunaan aksen tertentu bisa meningkatkan status sosial atau daya tarik seseorang.

Ada orang yang merasa tidak nyaman dengan perubahan aksen mereka. Ketidakpastian tentang identitas diri bisa muncul, terutama jika perubahan tersebut dinilai oleh orang lain sebagai tindakan berpura-pura atau kurang autentik.

Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU