Mengungkap Padel: Olahraga Gabungan Tenis dan Squash yang Semakin Populer
Padel, sebuah olahraga yang tengah naik daun di berbagai belahan dunia, menemukan tempatnya di Indonesia. Dikenal sebagai gabungan antara tenis dan squash, olahraga ini memiliki daya tarik yang unik.
Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Dengan lapangan yang lebih kecil dan penggunaan dinding dalam permainan, padel menawarkan pengalaman bermain yang seru dan inklusif. Seiring meningkatnya popularitasnya, komunitas padel di Indonesia pun mulai berkembang.
Padel pertama kali diciptakan di Meksiko pada tahun 1969 oleh Enrique Corcuera. Corcuera mengadaptasi prinsip tenis ke dalam bentuk yang lebih kecil dan memperkenalkan elemen dinding, menciptakan permainan yang unik.
Sejak diluncurkan, padel berkembang pesat dan saat ini menjadi salah satu olahraga terpopuler di Spanyol dan negara-negara berbahasa Spanyol lainnya. Popularitasnya juga mulai meluas ke negara lain, termasuk Indonesia.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor Setelah Pencabutan Instruksi WFH
Lapangan padel berukuran sekitar sepertiga dari lapangan tenis dengan dinding di sisi-sisinya. Hal ini memungkinkan pemain untuk memantulkan bola, menambah dimensi taktis dalam permainan.
Permainan ini umumnya dimainkan secara ganda (dua lawan dua) dan menggunakan raket berlubang yang berbeda dari raket tenis biasa. Pola servis yang lebih sederhana juga membuatnya mudah dipahami oleh pemula.
Salah satu faktor utama yang mendorong popularitas padel adalah inklusivitasnya, memungkinkan berbagai kalangan usia dan tingkat keahlian untuk berpartisipasi. Hal ini menjadikan padel sebagai pilihan olahraga untuk dinikmati bersama teman dan keluarga.
Selain itu, padel juga menyediakan suasana sosial yang menyenangkan. Banyak klub yang menawarkan fasilitas lengkap, meningkatkan pengalaman bermain sambil bersosialisasi dengan orang lain.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer Liga Inggris
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: