Panduan Memahami Aturan Dasar Bulutangkis bagi Pemain dan Penggemar
Bulutangkis adalah olahraga yang sangat digemari di Indonesia, namun banyak yang belum sepenuhnya memahami aturannya. Memahami aturan ini dapat meningkatkan pengalaman dalam bermain serta menambah keseruan saat menyaksikan pertandingan.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025
Ukuran lapangan bulutangkis merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk diketahui. Untuk permainan ganda, ukuran lapangan adalah 6,1 m x 13,4 m, sementara untuk permainan tunggal, ukuran yang berlaku adalah 5,18 m x 13,4 m.
Net yang membagi kedua sisi lapangan memiliki tinggi 1,55 m di bagian tengah. Ini dirancang untuk memastikan bahwa permainan berlangsung dengan adil dan sesuai dengan standar internasional.
Selain itu, bagian lapangan yang dibagi oleh net harus bersih dari segala macam penghalang supaya shuttlecock dapat bergerak tanpa kendala. Memastikan lapangan bersih juga menjadi bagian penting sebelum pemain memulai pertandingan.
Debu dan benda-benda lain harus dihilangkan agar tidak mengganggu alur permainan dan menjaga keamanan bagi para pemain.
Servis merupakan langkah awal dalam setiap permainan bulutangkis. Servis harus dilakukan dari bawah dengan shuttlecock di bawah pinggang saat pemain mengayunkannya.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kritikan Mengalir dari Komnas HAM dan DPR
Selama melakukan servis, pemain diharuskan untuk tidak menginjak garis servis. Shuttlecock juga harus berhasil melewati net dan mendarat di area lawan untuk dapat melanjutkan permainan.
Kesalahan dalam melakukan servis akan membuat lawan mendapat poin, jadi penting bagi pemain untuk memperhatikan posisi kaki dan tubuh mereka saat melakukan servis.
Dengan menguasai teknik servis yang benar, kamu bisa mengurangi kesalahan dan meningkatkan peluang untuk mengendalikan permainan.
Sistem skor dalam bulutangkis diterapkan dengan sistem rally point. Setiap kali shuttlecock menyentuh tanah di area lawan, tim yang memukul berhak mendapatkan poin.
Pertandingan biasanya dimainkan dalam format terbaik dari tiga set, di mana untuk meraih kemenangan dalam set, pemain atau tim harus mencapai 21 poin.
Jika skor mencapai 20-20, salah satu pemain harus memimpin dengan dua poin untuk memenangkan set tersebut. Hal ini menambah ketegangan dan strategi dalam setiap pertandingan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: