Aplikasi World yang Merekam Bola Mata. (Foto: Istimewa)
HYPEVOX – Di tengah kesulitan ekonomi yang melanda, beberapa warga di Bekasi melakukan hal yang tak terduga: menjual data retina mata mereka ke WorldID, sebuah perusahaan yang menjanjikan imbalan hingga Rp 265.000. Ternyata, ini bukan hanya masalah uang, tetapi juga mencerminkan kondisi ekonomi yang semakin sulit bagi sebagian orang.
WorldID adalah platform yang mengumpulkan data biometrik untuk keperluan identifikasi digital. Niat awalnya adalah untuk menciptakan sistem yang lebih aman dan terverifikasi dalam dunia maya, tetapi praktik jual-beli data biometrik menunjukkan sisi gelap dari pemanfaatan teknologi ini. Penggunaan data retina dinilai lebih aman daripada bentuk identifikasi lainnya, namun di sisi lain menimbulkan risiko bagi privasi individu.
Banyak yang terpaksa menjual data retina mata mereka karena terdesak oleh kebutuhan ekonomi. Dalam kondisi di mana pendapatan harian tidak mencukupi, penawaran ini tampak menggiurkan. Imbalan yang ditawarkan bisa dianggap cukup besar bagi mereka yang mengalami kesulitan finansial, sehingga mau tidak mau mereka mengambil keputusan untuk menjual data tersebut.
Meski uang yang diperoleh dapat membantu meringankan beban finansial sesaat, praktik ini memiliki implikasi jangka panjang. Dengan data biometrik yang dijual, individu tersebut berisiko kehilangan privasi dan dapat menjadi sasaran kejahatan digital. Selain itu, penjualan data biometrik dapat memicu masalah serius bagi masyarakat jika tidak ada regulasi yang jelas.
Realitanya, keputusan untuk menjual data biometrik bukanlah sesuatu yang diambil dengan ringan. Banyak warga berbagi bahwa mereka merasa terjebak dalam sistem yang tidak memberikan banyak pilihan. Seringkali, mereka perlu memilih antara memenuhi kebutuhan sehari-hari atau mempertahankan privasi mereka. Ini adalah dilema yang tak terhindarkan dalam dunia yang semakin dipenuhi oleh teknologi.
Mengingat situasi ini, perlu ada perhatian dari pemerintah dan pihak terkait untuk mencari solusi. Program bantuan sosial, pekerjaan yang layak, dan edukasi tentang penggunaan teknologi yang etis bisa menjadi langkah awal. Meletakkan kebijakan perlindungan data pribadi dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang risiko penyerahan data biometrik sangat penting untuk mencegah praktik serupa di masa mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: