Ilustrasi Lampion di Candi Borobudur. (Foto: Istimewa)
HYPEVOX – Waisak, yang juga dikenal dengan nama Tri Suci Waisak, adalah salah satu hari suci terpenting bagi umat Buddha.
Hari ini diperingati untuk merayakan kelahiran, iluminasi, dan kematian Sang Buddha Gautama. Momen ini membawa pelajaran bagi semua orang tentang kedamaian dan penyebaran cinta kasih.
Sejak lama, perayaan Waisak diadakan di berbagai tempat, dari candi-candi bersejarah seperti Borobudur hingga ke wihara-wihara di kota-kota besar.
Salah satu kegiatan yang paling menonjol selama perayaan Waisak adalah meditasi. Di banyak tempat, umat Buddha mengadakan meditasi yang mengangkat tema seperti Jejak Cahaya di Jalan Harmoni.
Meditasi ini tidak hanya sebuah ritual, tetapi juga cara untuk merenungkan perjalanan hidup Buddha dan meningkatkan kualitas batin.
Peserta berkumpul dalam keheningan, fokus pada pernapasan, dan berusaha mengosongkan pikiran dari gangguan sehari-hari.
Salah satu puncak perayaan Waisak adalah pelepasan lampion yang menyinari langit malam. Kegiatan ini sangat ditunggu-tunggu dan melibatkan ribuan umat Buddha dari berbagai daerah.
Pelepasan lampion di tempat-tempat ikonik seperti Candi Borobudur menciptakan suasana magis, dan setiap lampion yang terbang adalah simbol harapan, kedamaian, dan doa.
Sebelum lampion diluncurkan, umat biasanya melakukan ritual doa dan meditasi, menjadikan momen ini begitu sakral.
Kegiatan Waisak tidak hanya berhenti pada ritual utama. Sejak awal bulan Mei, berbagai kegiatan sosial juga dilaksanakan, seperti donor darah dan bakti sosial.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa semangat Waisak bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk membantu sesama dan peduli terhadap masyarakat.
Ini adalah cara bagi umat untuk menanamkan nilai-nilai cinta kasih dan empati, yang menjadi inti ajaran Buddha.
Perayaan Waisak juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan toleransi antaragama. Banyak pejabat dan tokoh masyarakat mendukung kegiatan ini, menekankan pentingnya hidup berdampingan.
Cerita tentang pertemanan lintas agama juga sering kali menghiasi acara ini, menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu dalam kedamaian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: