Sabtu, 27 JUNI 2026 • 20:59 WIB

Kemhan Buka Suara soal 5 Peserta SPPI Meninggal, Tegaskan Seluruhnya Sudah Lolos Tes Kesehatan

Author

Kementerian Pertahanan menggelar konferensi pers terkait penyelenggaraan Program SPPI di Jakarta (Instagram/kemhanri)
Kementerian Pertahanan (Kemhan) akhirnya memberikan penjelasan terkait meninggalnya lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih saat menjalani pendidikan dan pelatihan tahun 2026.

Dalam konferensi pers yang digelar Sabtu (27/6/2026), Kemhan memastikan seluruh peserta yang meninggal dunia telah mengikuti prosedur seleksi kesehatan sebelum dinyatakan lolos mengikuti program.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSD) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, mengatakan pihaknya turut menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga peserta.

"Kementerian Pertahanan Republik Indonesia bersama Panitia Seleksi Nasional dan seluruh penyelenggara program SPPI menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga lima peserta yang meninggal dunia saat mengikuti latihan bela negara dan pelatihan manajerial," ujarnya.

Korban Terakhir Alami Sesak Napas

Dalam kesempatan itu, Kemhan juga memaparkan kronologi meninggalnya peserta bernama Nola Diasari, yang mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan Bela Negara Kalimantan.

Menurut Ketut, pada Jumat (27/6), Nola masih mengikuti kegiatan pembelajaran seperti biasa tanpa menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan.

Namun pada malam harinya sekitar pukul 18.45 WIB, ia mengeluhkan sesak napas disertai demam.

Petugas kesehatan yang berada di lokasi langsung memberikan penanganan awal sebelum membawa Nola ke IGD Rumah Sakit Singkawang.

Karena membutuhkan penanganan lebih lanjut, korban kemudian dirujuk ke RSUD Abdul Aziz Singkawang.

Meski tim dokter telah melakukan berbagai tindakan medis, termasuk resusitasi jantung saat korban mengalami henti jantung, nyawa Nola akhirnya tidak dapat diselamatkan.

Ia dinyatakan meninggal dunia pada pukul 21.03 WIB.

Sudah Jalani Pemeriksaan Medis Lengkap

Kemhan menegaskan bahwa seluruh peserta SPPI yang mengikuti pendidikan telah melalui tahapan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.

Tes yang dijalani peserta meliputi pemeriksaan darah, urine, rontgen dada, EKG, USG abdomen, tes kehamilan, pemeriksaan mata, gigi, postur tubuh, hingga evaluasi kesehatan jiwa.

Berdasarkan hasil seleksi tersebut, seluruh peserta dinyatakan memenuhi syarat mengikuti pendidikan.

Untuk Nola sendiri, Kemhan menyebut hanya terdapat catatan berupa kelebihan berat badan berdasarkan hasil evaluasi medis.

Penanganan Disebut Sesuai Prosedur

Ketut memastikan setiap peserta yang mengalami gangguan kesehatan selama pendidikan langsung mendapatkan pertolongan sesuai standar operasional yang berlaku.

Mulai dari pemeriksaan di satuan pendidikan hingga proses rujukan ke rumah sakit dilakukan secepat mungkin agar peserta memperoleh penanganan terbaik.

Ia juga menjelaskan bahwa setiap kasus memiliki kondisi medis yang berbeda sehingga tidak bisa disamakan satu sama lain.

Program SPPI Jadi Sorotan

Meninggalnya lima peserta SPPI Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam masa pendidikan menjadi perhatian publik.

Program ini sendiri bertujuan mencetak lulusan yang siap mendukung pembangunan desa melalui pelatihan bela negara, kepemimpinan, serta kemampuan manajerial.

Kemhan menyatakan akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program sekaligus memastikan setiap peserta mendapatkan pendampingan kesehatan selama mengikuti seluruh rangkaian pendidikan.

Dengan penjelasan tersebut, pemerintah berharap masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai peristiwa tersebut, sekaligus menghormati proses yang sedang berjalan dan memberikan ruang bagi keluarga korban untuk berduka.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU