Kamis, 14 MEI 2026 • 16:50 WIB

MPR RI Tanggapi Polemik Lomba Cerdas Cermat 2026 dengan Permohonan Maaf

Author

MPR RI Tanggapi Polemik Lomba Cerdas Cermat 2026 dengan Permohonan Maaf

MPR RI mengambil langkah tegas dengan meminta maaf atas polemik yang menyangkut Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 di Kalimantan Barat. Keputusan ini diambil setelah masalah terkait objektivitas penilaian dewan juri mencuat.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kritikan Mengalir dari Komnas HAM dan DPR

Sebagai bagian dari respons, MPR RI menonaktifkan dewan juri dan pembawa acara untuk menjaga integritas lomba. Langkah ini menunjukkan komitmen MPR terhadap nilai-nilai fair play dalam acara pendidikan.

Permohonan Maaf MPR RI

MPR RI secara resmi mengeluarkan permohonan maaf melalui Sekretariat Jenderal. Permohonan ini menyanggah kelalaian yang diduga dilakukan oleh dewan juri dalam pelaksanaan LCC Empat Pilar.

Pernyataan tersebut dipublikasikan di akun Instagram resmi MPR pada Selasa, 12 Mei 2026, dan menekankan pentingnya objektivitas dalam penilaian lomba.

Baca juga: Komnas HAM Temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Prinsip Sportivitas dan Keadilan

Dalam pernyataannya, MPR mempertegas bahwa lomba cerdas cermat harus mendukung prinsip sportivitas dan keadilan. Hal ini bertujuan agar semua peserta merasa diperlakukan secara adil selama kompetisi.

MPR juga mengingatkan bahwa lomba ini adalah kesempatan untuk membangun semangat pembelajaran yang konstruktif, bukan hanya sekadar perlombaan.

Langkah Evaluasi dan Apresiasi

MPR RI telah mengambil langkah proaktif dengan menonaktifkan dewan juri dan MC untuk mengevaluasi pelaksanaan lomba. Evaluasi ini mencakup penilaian mekanisme dan tata kelola pelaksanaan lomba.

Sementara itu, MPR juga menyampaikan apresiasi kepada peserta, guru pendamping, panitia daerah, serta masyarakat yang peduli terhadap pendidikan kebangsaan dan pelaksanaan LCC Empat Pilar.

Baca juga: Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil: Nikmati Momen Sederhana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU