Selasa, 10 MARET 2026 • 13:36 WIB

Iran Aturkan Syarat Perlintasan Kapal di Selat Hormuz, Duta Besar AS dan Israel Harus Pergi

Author

Iran Aturkan Syarat Perlintasan Kapal di Selat Hormuz, Duta Besar AS dan Israel Harus Pergi

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memberikan syarat spesifik bagi negara-negara agar kapal tanker minyak mereka dapat melintas di Selat Hormuz dengan aman. Mereka mengharuskan duta besar Israel dan Amerika Serikat diusir dari negara tersebut.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru, Isu Kebebasan Sipil di Indonesia

Pernyataan ini muncul pada 10 Maret 2026, setelah Iran menutup Selat Hormuz menyusul serangan oleh AS dan Israel pada akhir Februari lalu, yang berdampak serius terhadap perdagangan energi internasional.

Penutupan Selat Hormuz dan Dampaknya Terhadap Perdagangan Energi

Selat Hormuz, lebar 33 kilometer, menjadi jalur vital yang mengangkut 20 persen minyak dan gas alam cair dunia. Penutupan oleh Iran pada 28 Februari 2026 menyusul serangan oleh AS-Israel, menyebabkan gangguan serius bagi kapal-kapal tanker dari berbagai negara.

IRGC menegaskan bahwa negara-negara Arab dan Eropa akan mendapatkan 'hak dan kebebasan penuh' untuk melintas jika mereka memutuskan hubungan diplomatik dengan AS dan Israel. Hal ini menyoroti ketegangan yang meningkat untuk negara-negara yang tetap berhubungan dengan kedua negara tersebut.

Eskalasi ini juga dipicu oleh ancaman IRGC yang akan menyerang kapal-kapal yang berani melintas, kecuali untuk kapal yang berasal dari China dan Rusia. Keputusan ini menambah ketegangan di kawasan yang sudah rumit dan memiliki dampak pada stabilitas harga minyak global.

Baca juga: Kampus Unisba dan Unpas Bantah Keberadaan TNI-Polri Selama Kericuhan

Implikasi Ekonomi dan Strategi Iran

Penutupan Selat Hormuz menyebabkan lonjakan harga minyak dunia, yang mencapai level tertinggi sejak Juli 2022 dengan harga US$119 per barel pada 9 Maret 2026. Ini mengkhawatirkan banyak pihak akan dampaknya pada perekonomian global.

Iran mengumumkan rencana untuk memungut 'bea masuk keamanan' bagi kapal-kapal yang berafiliasi dengan AS, Israel, dan sekutunya. Ini dianggap sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kontrol Iran terhadap harga minyak serta mempercepat respons AS terhadap kebijakan Tehran.

Sumber yang membocorkan informasi ini menyebutkan bahwa strategi tersebut bertujuan agar Presiden Trump segera tunduk dan menghentikan tindakan agresifnya terhadap Iran, menandai pendekatan proaktif Teheran di tengah tekanan internasional.

Kontroversi dan Respons Global

Tindakan Iran memicu kontroversi di kancah internasional, dengan banyak negara khawatir tentang dampak jangka panjang penutupan Selat Hormuz pada pasar energi. Beberapa analis memandang ini sebagai upaya Iran untuk menunjukkan kekuatannya di tengah tekanan global yang semakin meningkat.

Dari perspektif diplomatik, beberapa negara berpendapat bahwa syarat itu sulit diterima oleh sekutu-sekutu AS di kawasan. Penarikan duta besar dari negara-negara tersebut berpotensi menciptakan ketegangan lebih lanjut dalam hubungan diplomatik yang sudah rumit.

Situasi ini mendorong masyarakat internasional untuk mencari solusi damai, mengingat pentingnya menjaga stabilitas energi dan ekonomi global, terutama terkait dengan ketegangan yang meningkat di Teluk Persia.

Baca juga: Tips Membuat Kamar Kecil Menjadi Nyaman dan Menyenangkan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU