Selasa, 10 MARET 2026 • 11:40 WIB

Prabowo Serukan Kesiapan Warga Indonesia Menghadapi Tantangan Global

Author

Prabowo Serukan Kesiapan Warga Indonesia Menghadapi Tantangan Global

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan rakyat Indonesia untuk bersiap menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh konflik di Timur Tengah.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Diplomasi Dalam 8 Jam

Pernyataan ini disampaikan saat peresmian Jembatan Bailey dan Jembatan Armco di Aceh, pada Senin, 9 Maret 2026.

Pernyataan Kesiapan Pemerintah

Dalam acara tersebut, Prabowo menekankan, 'Kita tidak berlindung di belakang sistem yang sudah berjalan. Kita menghadapi kesulitan dengan sikap kita ingin mengatasi kesulitan.' Pernyataan ini menegaskan kesadaran pemerintah akan tantangan yang harus diatasi.

Ia juga menyatakan bahwa pemerintah akan berani dalam menghadapi segala bentuk kesulitan, dengan menambahkan, 'Kita punya kekuatan yang besar' dan mengajak rakyat untuk realistis terhadap situasi yang ada.

Di tengah tantangan akibat perang di Timur Tengah, fokus pada ketahanan pangan sangat penting, terutama dalam hal mengurangi impor pangan yang selama ini menjadi masalah.

Baca juga: Prabowo Subianto Jadi Kontroversi dalam Kunjungan ke China

Respons Terhadap Krisis Global

Presiden Prabowo juga menyoroti bagaimana dampak konflik global ini terasa di seluruh dunia, dan menekankan relevansi isu internasional terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat.

'Tetapi hari ini saya merasa bangga, bahwa kita sekali lagi, NKRI, di mana Tentara Nasional Indonesia adalah salah satu pilar utama, telah membuktikan kepada seluruh rakyat, bahwa TNI adalah tentara rakyat,' ungkapnya. Ini menunjukkan dukungan terhadap peran TNI dalam menjaga stabilitas negara.

Pernyataan ini juga memberikan sinyal pentingnya dukungan terhadap institusi militer dalam menghadapi ketidakpastian global yang mempengaruhi Indonesia.

Siaga 1 dan Kesiapan TNI

Prabowo menggarisbawahi bahwa perintah Siaga 1 dari TNI merupakan langkah konsolidasi kekuatan untuk mencegah kecolongan dalam situasi krisis. Ini menandakan kesiapan militer Indonesia untuk merespons potensi ancaman.

Pemerintah juga menekankan perlunya transparansi dalam komunikasi dengan publik mengenai pentingnya kesiapan nasional menghadapi segala kemungkinan yang muncul akibat konflik luar negeri.

Dengan niat yang kuat ini, diharapkan seluruh sektor masyarakat dapat saling bersinergi dengan pemerintah dan TNI untuk memperkuat ketahanan bangsa.

Baca juga: Kampus Unisba dan Unpas Bantah Keberadaan TNI-Polri Selama Kericuhan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU