Pencapaian berat badan ideal anak sangat krusial dalam proses tumbuh kembang mereka. Saat ini, angka anak di bawah lima tahun yang mengalami underweight meningkat, menunjukkan perlunya perhatian serius pada asupan gizi.
Baca juga: Polisi Tangkap ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Kampanye "Pejuang Berat Badan Anak" hadir untuk membantu orang tua memahami pentingnya nutrisi seimbang. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pencegahan stunting dan gangguan pertumbuhan di Indonesia.
Tantangan Status Gizi Anak
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, 16,8% anak di bawah lima tahun mengalami underweight. Angka ini meningkat dari 15,9% pada survei sebelumnya, mengindikasikan perlunya kesadaran tentang kesehatan dan nutrisi.
Meningkatnya angka underweight mencerminkan tantangan besar dalam pengaturan pola makan di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, kampanye untuk meningkatkan kesadaran orang tua dalam memantau dan menjaga gizi anak menjadi sangat penting.
Kampanye "Pejuang Berat Badan Anak" berfokus pada edukasi orang tua mengenai pentingnya menu seimbang yang mencakup karbohidrat, protein, lemak sehat, dan sayur. Hal ini penting agar pertumbuhan anak dapat terjaga dengan baik.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru, Isu Kebebasan Sipil di Indonesia
Deteksi Dini dan Peran Orang Tua
Dr. Ian Suryadi Suteja, seorang ahli kesehatan, menekankan bahwa "Status gizi anak adalah salah satu tolak ukur penilaian tercukupinya kebutuhan asupan gizi harian." Menurutnya, pemantauan berat badan anak minimal sebulan sekali sangat direkomendasikan, terutama untuk anak di bawah usia satu tahun.
Setiap perubahan dalam berat badan anak harus mendapat perhatian. Dr. Ian juga menjelaskan bahwa pengetahuan mengenai tanda-tanda anak kurang gizi menjadi penting agar intervensi dapat dilakukan lebih awal.
Kampanye yang telah berhasil melakukan skrining gizi di lebih dari seribu anak menunjukkan pentingnya kolaborasi antara orang tua dan tenaga kesehatan. Dengan demikian, pemantauan dan intervensi dapat dilakukan dengan tepat dan cepat.
Pengalaman Aktris Cut Meyriska
Aktris Cut Meyriska berbagi pengalaman dalam menjaga berat badan anaknya. Ia mengungkapkan, "Berat badan anak itu bikin deg-degan tiap bulan," mencerminkan kekhawatiran yang dirasakan orang tua lainnya.
Meyriska memantau berat badan anaknya dengan seksama, menggunakan buku dan timbangan untuk mengevaluasi tumbuh kembangnya. Ia menekankan pentingnya untuk selalu mengenali tanda-tanda pertumbuhan anak.
“Tanda-tanda yang diperhatikan bb kurang atau rendah, aku biasanya cek dari buku atau timbangan yang sering kita lakukan,” jelasnya. Pengalaman ini menunjukkan bahwa dukungan antar orang tua sangat diperlukan untuk mengatasi tantangan dalam pemenuhan gizi.
Baca juga: Kota-Kota Terbaik untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: