Jumat, 06 MARET 2026 • 14:26 WIB

Iran Siap Hadapi Ancaman Invasion dari AS dan Israel

Author

Iran Siap Hadapi Ancaman Invasion dari AS dan Israel

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan kesiapan negara tersebut untuk menghadapi potensi invasi darat oleh Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara di Teheran yang menunjukkan keyakinan Iran dalam mempertahankan kedaulatannya.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Araghchi menyatakan bahwa Iran tidak merasa terancam dan siap menghadapi agresi yang ditujukan kepada mereka. "Kami menunggu mereka," ujarnya, menambahkan bahwa potensi invasi akan berujung menjadi bencana bagi pihak AS.

Kesiapan Pertahanan Iran

Dalam wawancara dengan NBC News, Araghchi menyoroti bahwa angkatan bersenjata Iran telah mempersiapkan diri untuk berbagai skenario, termasuk kemungkinan serangan darat. Ia yakin bahwa kemampuan angkatan bersenjata mereka dapat menghadapi serangan tersebut dengan efektif.

Araghchi menegaskan, kendati situasi semakin tegang, Iran tidak berniat untuk meminta gencatan senjata. "Kami bahkan tidak meminta gencatan senjata pada saat itu," ujarnya, mengacu pada konflik di bulan Juni tahun lalu yang membuktikan ketahanan Iran.

Baca juga: Transfer Mengejutkan: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool

Agresi Terhadap Warga Sipil

Menteri Luar Negeri Iran tersebut mengungkapkan keprihatinan mengenai serangan militer yang dilakukan oleh AS dan Israel terhadap warga sipil, termasuk insiden tragis di sebuah Sekolah Dasar di Minab yang merenggut 171 nyawa anak-anak. Ia menegaskan bahwa kedua negara tersebut bertanggung jawab penuh atas kejadian ini.

"Inilah yang dikatakan militer kami. Jadi, entah AS atau Israel. Apa bedanya?" tanyanya retoris, menunjukkan bahwa perlindungan terhadap warga sipil harus menjadi prioritas dalam konflik bersenjata.

Kekecewaan dalam Negosiasi

Araghchi menyatakan keprihatinannya tentang proses negosiasi dengan AS yang dianggap tidak menghasilkan kebaikan. Ia mengkritik pengkhianatan yang dilakukan oleh pemerintahan AS, dengan mengatakan, "Faktanya adalah kami tidak memiliki pengalaman positif dalam bernegosiasi dengan Amerika Serikat, terutama dengan pemerintahan ini."

Secara khusus, ia menekankan bahwa tidak ada alasan bagi Iran untuk kembali bernegosiasi dengan pihak-pihak yang tidak berniat baik, dengan mengingatkan perlunya dasar prinsip dalam setiap dialog.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Insiden Perampokan Rumah Uya Kuya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU