Sakit tenggorokan saat menelan adalah masalah yang cukup umum namun dapat sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Identifikasi penyebabnya sangat penting untuk menentukan pengobatan yang tepat.
Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae Terkait Kematian Pengemudi Ojol
Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas perbedaan antara radang tenggorokan dan infeksi bakteri yang mungkin menjadi penyebab rasa sakit tersebut.
Penyebab Sakit Tenggorokan
Sakit tenggorokan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, dengan infeksi virus menjadi yang paling umum. Gejala ini sering kali muncul bersamaan dengan flu, ditandai dengan pilek dan batuk.
Sebaliknya, infeksi bakteri, seperti streptokokus, dapat menimbulkan rasa sakit yang lebih parah. Infeksi bakteri ini biasanya disertai dengan demam tinggi dan nyeri intens saat menelan.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer Liga Inggris
Gejala Radang Tenggorokan yang Harus Diperhatikan
Radang tenggorokan ditandai dengan kemerahan dan pembengkakan di area tenggorokan. Pengidap juga mungkin mengalami rasa kering atau gatal yang mengganggu.
Salah satu tanda penting yang perlu diwaspadai adalah pembengkakan kelenjar getah bening di leher. Ini bisa mengindikasikan penyebaran infeksi yang lebih serius.
Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis?
Bila sakit tenggorokan berlangsung lebih dari beberapa hari dan disertai demam tinggi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Komplikasi serius seperti abses tenggorokan bisa terjadi jika tidak dikelola dengan baik.
Adanya kesulitan bernafas atau menelan juga merupakan tanda serius yang tidak boleh diabaikan. Segera cari pertolongan medis untuk kondisi ini.
Baca juga: Kampus Unisba dan Unpas Bantah Keberadaan TNI-Polri Selama Kericuhan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: