Kamis, 05 MARET 2026 • 15:36 WIB

Isyarat Ketua MPR Soal Peluang Indonesia Mundur dari Dewan Perdamaian Gaza

Author

Isyarat Ketua MPR Soal Peluang Indonesia Mundur dari Dewan Perdamaian Gaza

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, menyampaikan kemungkinan Indonesia untuk keluar dari keanggotaan Dewan Perdamaian Gaza. Pernyataan ini disampaikan setelah pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan RI, Jakarta.

Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025

Muzani menjelaskan bahwa keputusan untuk bergabung atau keluar dari Dewan Perdamaian dapat diambil kapan saja, asalkan ada kesepakatan bersama. Indonesia selama ini bergabung dengan Dewan Perdamaian untuk mendukung kemerdekaan Palestina.

Pertemuan Penting di Istana

Ahmad Muzani bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto pada Rabu sore untuk mendiskusikan beberapa isu penting, termasuk posisi Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza. Dalam pertemuan itu, Muzani menanggapi pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan Indonesia mundur dari keanggotaan tersebut.

Di dalam keterangannya, Muzani menyebutkan bahwa Presiden Prabowo telah beberapa kali mengungkapkan tentang potensi tersebut. "Bagi Indonesia, masuk dan keluar BoP adalah sesuatu yang bisa saja terjadi seperti beberapa kali disebutkan oleh Presiden," tambah Muzani.

Baca juga: Tips Membuat Kamar Kecil Menjadi Nyaman dan Menyenangkan

Penilaian Kembali terhadap Dewan Perdamaian

Muzani juga menjelaskan bahwa keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian diharapkan dapat mempercepat kemerdekaan Palestina. Ia menekankan, "BoP adalah bagian dari upaya untuk mempercepat proses kemerdekaan Palestina dan pembangunan, rekonstruksi, rehabilitasi Palestina."

Namun, situasi terbaru yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dalam isu Iran membuat Indonesia harus menilai kembali peranan di BoP. "Ada persoalan Iran ini saya kira itu juga yang Beliau (Presiden, red.) tadi malam menyampaikan pandangan itu lebih jelas," ujarnya.

Diskusi Kebangsaan di Istana Merdeka

Pertemuan yang berlangsung malam sebelumnya dihadiri oleh tokoh penting, termasuk mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo. Di acara tersebut, berbagai pandangan dari para pemimpin yang hadir disampaikan.

Muzani menyatakan bahwa Presiden menjelaskan detail persoalan global yang sedang dihadapi. Hal ini menunjukkan bahwa diskusi menjadi sarana masukan yang berarti bagi keputusan Presiden Prabowo ke depan.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Insiden Perampokan Rumah Uya Kuya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU