Rabu, 04 MARET 2026 • 12:11 WIB

AS Siap Kawal Kapal Tanker di Selat Hormuz Setelah Penutupan oleh Iran

Author

AS Siap Kawal Kapal Tanker di Selat Hormuz Setelah Penutupan oleh Iran

Presiden Donald Trump baru saja mengumumkan bahwa militer AS akan terlibat dalam pengawalan kapal tanker di Selat Hormuz menyusul penutupan yang dilakukan oleh Iran.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Memperkuat Timnas

Pengumuman ini terjadi pada Selasa (3/3) lewat platform sosial miliknya, menegaskan pentingnya menjaga aliran energi global.

Komitmen Keamanan Energi AS

Dalam pernyataan resminya, Trump mengisyaratkan bahwa Angkatan Laut AS akan segera bertindak untuk mengawal kapal tanker di Selat Hormuz.

"Jika perlu, Angkatan Laut Amerika Serikat akan mulai mengawal kapal tanker melalui Selat Hormuz sesegera mungkin," ungkapnya.

Pernyataan ini merupakan respons terhadap khawatirnya ancaman terhadap aliran energi global yang disebabkan oleh penutupan Selat Hormuz.

"Apa pun yang terjadi, Amerika Serikat akan memastikan ALIRAN BEBAS ENERGI ke DUNIA. KEKUATAN EKONOMI dan MILITER Amerika Serikat adalah YANG TERBESAR DI BUMI," tambah Trump.

Dampak Penutupan Selat Hormuz terhadap Pasar Minyak

Penutupan Selat Hormuz yang dilakukan oleh Iran, yang disertai dengan serangan terhadap instalasi energi, menyebabkan lonjakan harga minyak lebih dari 15 persen di pasar global.

Baca juga: Prabowo Subianto Jadi Kontroversi dalam Kunjungan ke China

Laporan dari Al Jazeera menyebutkan bahwa situasi ini dapat memperburuk biaya yang sudah meningkat akibat berkurangnya pasokan minyak.

Dengan Iran sebagai salah satu negara penghasil minyak terbesar, penutupan ini mengancam stabilitas pasokan energi dunia.

Selat Hormuz merupakan rute kunci yang menghubungkan penghasil minyak dengan pasar internasional, dan penutupan ini menjadi perhatian dunia.

Inisiatif Keuangan untuk Sektor Maritim

Dalam upaya menjaga perdagangan maritim yang aman, Trump mengarahkan Perusahaan Pembiayaan Pengembangan AS (DFC) untuk memberikan harga wajar dan jaminan keamanan kepada sektor pelayaran.

"Ini akan tersedia untuk semua Perusahaan Pelayaran," katanya, menegaskan dukungan pemerintah AS terhadap industri ini di tengah ketegangan.

DFC, yang didirikan pada 2019, berfungsi untuk memfasilitasi pembiayaan proyek penting di sektor energi, infrastruktur, dan kesehatan di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi serta mendukung kebijakan luar negeri AS.

Baca juga: Transfer Mengejutkan: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU