Rabu, 04 MARET 2026 • 10:23 WIB

IAEA: Tidak Ada Bukti Program Senjata Nuklir di Iran

Author

IAEA: Tidak Ada Bukti Program Senjata Nuklir di Iran

Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan bahwa inspektur mereka belum menemukan bukti yang menunjukkan adanya program terkoordinasi untuk pengembangan senjata nuklir di Iran.

Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Mulai 31 Agustus 2025

Pernyataan ini menjawab tuduhan yang dilontarkan oleh Israel dan Amerika Serikat terkait pengembangan teknologi nuklir oleh Iran untuk tujuan militer.

Pernyataan Badan Energi Atom Internasional

Dalam wawancara dengan NBC News, Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi mengungkapkan bahwa hingga saat ini, pihaknya belum menemukan 'unsur-unsur program sistematis dan terstruktur untuk memproduksi senjata nuklir' di Iran.

Grossi mengakui bahwa Iran telah memperkaya uranium hingga tingkat 60 persen, yang jauh melampaui kebutuhan untuk energi sipil dan memicu kekhawatiran mengenai niat Iran dalam pengembangan senjata nuklir.

Ia juga mengingatkan bahwa peningkatan tersebut terindikasi pada negara-negara yang memiliki senjata nuklir dan membuka pertanyaan serius tentang motivasi Iran.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat

Kekhawatiran Pengayaan Uranium

Pengayaan uranium menjadi fokus utama, karena Grossi menyatakan bahwa 'sentrifuganya berputar terus-menerus dan menghasilkan semakin banyak material'.

Dia mencatat bahwa secara teoritis, bahan yang dihasilkan Iran cukup untuk memproduksi lebih dari sepuluh hulu ledak nuklir, namun menegaskan kembali bahwa tidak ada bukti konkret bahwa Iran sedang dalam proses mengembangkan bom nuklir.

Walaupun situasi ini menimbulkan ketegangan, Grossi yakin bahwa data yang ada tidak mengindikasikan niat Iran untuk membangun senjata nuklir.

Konflik yang Berkaitan dengan Iran

Ketegangan di Timur Tengah memanas setelah serangan oleh Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan beberapa pemimpin tinggi Iran, termasuk Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagai respon, Iran melakukan serangan balasan terhadap pangkalan AS di beberapa negara di Asia Barat seperti Qatar dan Arab Saudi, serta menyerang Israel.

Kelompok bersenjata yang didukung Iran, termasuk Hizbullah, juga terlibat aktif dalam serangan terhadap Israel, yang semakin memperburuk situasi di wilayah tersebut.

Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor Setelah Pencabutan Instruksi WFH

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU