Menteri Luar Negeri Sugiono mengumumkan bahwa pembicaraan dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) dihentikan sementara. Keputusan ini diambil seiring meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah akibat serangan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.
Baca juga: Mahasiswa Bertemu Pimpinan DPR: Tuntut Investigasi dan Transparansi Tunjangan
Pernyataan tersebut muncul di tengah desakan dari berbagai kalangan untuk menarik Indonesia dari BoP, menandakan dampak serius terhadap peran Indonesia di arena diplomatik internasional.
Situasi Terkini di Board of Peace
Sugiono menjelaskan bahwa seluruh perhatian kini terfokus pada situasi yang berkembang di Iran. "Ya ini sekarang pembicaraan BOP semuanya kan on hold ya. Semua apa namanya perhatian shifted (teralihkan) ke situasi di Iran gitu kan," ungkapnya di Istana Kepresidenan Jakarta.
Ia menambahkan bahwa Indonesia sedang berkoordinasi dengan negara-negara di Timur Tengah yang terpengaruh oleh eskalasi yang terjadi, di mana negara-negara tersebut juga memiliki keterlibatan langsung dalam BoP.
Pentingnya konsultasi dan konsolidasi dengan mitra di kawasan ditegaskan oleh Sugiono, "Karena mereka juga, ya, mengalami diserang gitu. Karena mereka juga kan ada di BoP juga kan," imbuhnya.
Baca juga: Prabowo Subianto Jadi Kontroversi dalam Kunjungan ke China
Komunikasi dengan Pemimpin Negara Teluk
Sugiono memaparkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah berkomunikasi dengan sejumlah pemimpin negara Teluk. "(Semua) Sudah telepon, yang masih menunggu waktunya mungkin MBS. Yang lain sudah," ujarnya.
Meski demikian, ia tidak memperinci isi dari obrolan tersebut karena sifatnya yang bersifat rahasia. "Ya komunikasinya ya komunikasi antar pimpinan ya," tuturnya.
Tindakan ini menunjukkan usaha Indonesia untuk mempertahankan hubungan diplomatik yang baik, serta meminimalisir dampak dari ketegangan yang ada, terutama terkait keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) di kawasan.
Respon Koalisi Masyarakat Sipil
Koalisi masyarakat sipil sebelumnya mengeluarkan sebuah petisi yang mengecam beragam kebijakan luar negeri Indonesia. Petisi ini melibatkan partisipasi akademisi, budayawan, aktivis, dan organisasi yang menginginkan perubahan dalam pendekatan Indonesia terhadap BoP.
Dalam petisi tersebut, mereka mengubah akronim Board of Peace menjadi Board of War, menunjukkan bahwa serangan AS dan Israel telah merusak tujuan utama dari BoP. "Kami menilai serangan Amerika Serikat–Israel terhadap Iran telah melanggar hukum internasional (Piagam PBB) dan merusak perdamaian dunia," ungkap Ketua Dewan Nasional Setara Institute, Hendardi.
Mereka juga menyoroti bahwa ketidakpuasan terhadap kepemimpinan BoP mencerminkan kebutuhan mendesak bagi Indonesia untuk mempertimbangkan ulang partisipasinya dalam organisasi internasional tersebut.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama MLS dari Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: