Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia masih aman, dengan ketersediaan lebih dari 20 hari.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor Setelah Pencabutan Instruksi WFH
Penutupan Selat Hormuz oleh Iran menjadi perhatian karena dapat berpotensi mengganggu pasokan dan memicu lonjakan harga BBM.
Dampak Penutupan Selat Hormuz
Selat Hormuz adalah jalur vital untuk pengiriman minyak global, dan penutupan ini memicu kekhawatiran yang cukup signifikan mengenai pasokan energi di seluruh dunia.
Bahlil mengungkapkan, 'Karena ini kita antisipasi tentang pasokan minyak dunia, karena bagaimanapun kita masih melakukan impor 1 juta barel per day.' Oleh karena itu, Indonesia harus siap menghadapi potensi dampak dari situasi yang tidak terduga ini.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens, Akhiri Pencarian Emiliano Martinez
Rapat dan Antisipasi Pemerintah
Dalam rangka mengatasi situasi ini, pemerintah berencana menggelar rapat dengan Dewan Energi Nasional untuk mendiskusikan langkah-langkah strategis yang perlu diambil.
Bahlil juga menambahkan, 'Nanti besok Insyaallah saya rapat di ESDM, kami akan rapat dengan Dewan Energi Nasional.' Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga kestabilan sektor energi nasional dalam menghadapi ketidakpastian global.
Proyeksi Harga Minyak Mentah Dunia
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira memperkirakan harga minyak mentah dunia bisa melonjak antara US$100 hingga US$120 per barel akibat dari penutupan Selat Hormuz.
Bhima menyatakan, 'Selat Hormuz yang terganggu akan mempengaruhi 20% pasokan minyak dunia.' Kenaikan harga ini tentu menjadi ancaman bagi ekonomi Indonesia yang masih bergantung pada impor minyak.
Baca juga: Polisi Tangkap Direktur Eksekutif Lokataru Foundation karena Diduga Provokasi Anarkis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: