Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis laporan inflasi untuk bulan Februari 2026, mencatat angka mencapai 0,68%. Lonjakan inflasi ini banyak dipicu oleh peningkatan harga pangan menjelang bulan Ramadan, yang diharapkan memengaruhi pola konsumsi masyarakat.
Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Secara keseluruhan, inflasi untuk tahun kalender ini berada di angka 0,53%. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan informasi ini dalam konferensi pers pada tanggal 2 Maret 2026.
Rincian Inflasi di Berbagai Provinsi
Dalam laporan kali ini, BPS mencatat bahwa inflasi terjadi di 33 provinsi, sementara 5 provinsi lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi dicatat di Sulawesi Selatan dengan nilai 1,04%, sementara Papua Barat mencatat deflasi terendah dengan angka 0,65%.
Data ini mengungkap disparitas inflasi di antara wilayah, di mana beberapa daerah mengalami lonjakan harga yang lebih signifikan dibandingkan lainnya. Informasi ini menjadi penting bagi perencanaan ekonomi dan kebijakan pemerintah di setiap daerah.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Faktor Penyebab Inflasi
Ateng Hartono memaparkan bahwa penyumbang utama inflasi bulan ini adalah dari sektor makanan, minuman, dan tembakau, dengan inflasi mencapai 1,54% dan andil inflasi sebesar 0,45%.
Komoditas yang berkontribusi paling banyak terhadap inflasi di sektor ini antara lain daging ayam ras, cabe rawit, dan ikan segar, dengan masing-masing andil inflasi sebesar 0,09%, 0,08%, dan 0,05%.
Selain itu, inflasi juga tercatat pada harga sayuran dan bahan makanan lainnya, memperlihatkan bagaimana perubahan musim dan moment tertentu seperti Ramadan memengaruhi harga pasar.
Prediksi dan Konsensus Pasar
Laporan BPS ini konsisten dengan konsensus pasar yang dikumpulkan oleh CNBC Indonesia dari 13 institusi, yang memperkirakan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) akan naik sebesar 0,3% secara bulanan untuk Februari 2026. Inflasi tahunan diprediksi mencapai 4,34%.
Sebagai informasi, pada Januari 2026, tercatat deflasi sebesar 0,15%, meski inflasi tahunan menunjukkan kenaikan sebesar 3,55%. Hal ini memberikan gambaran dinamis terhadap fluktuasi pasar serta perlunya pengawasan ketat terhadap data inflasi demi kebijakan ekonomi yang lebih baik.
Baca juga: Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: