Senin, 02 MARET 2026 • 10:38 WIB

Tragedi Demonstrasi di Karachi: 9 Tewas Dalam Protes Anti-AS Pasca Kematian Khamenei

Author

Tragedi Demonstrasi di Karachi: 9 Tewas Dalam Protes Anti-AS Pasca Kematian Khamenei

Sembilan orang demonstran menjadi korban jiwa dalam protes di luar konsulat AS di Karachi, Pakistan, menyusul kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Aksi demonstrasi tersebut berubah menjadi bentrokan sengit ketika ribuan orang berusaha menerobos lapisan keamanan, memicu respons aparat dengan tembakan.

Bentrokan Mencekam di Karachi

Demonstrasi mulai pecah pada hari Minggu, 1 Maret 2026, ketika para pengunjuk rasa berusaha memasuki area konsulat AS. Para demonstran tidak hanya merusak fasilitas, tetapi juga membakar kendaraan yang ada di sekitar lokasi.

Juru Bicara Pemerintah Pakistan, Sukhdev Assardas Hemnani, menyatakan bahwa keamanan konsulat terpaksa melepas tembakan untuk membubarkan kerumunan. Korban jiwa dan luka-luka yang terjadi disebabkan oleh luka tembak, menurut laporan dari Rumah Sakit Sipil Karachi.

Baca juga: Alexander Isak Bergabung dengan Liverpool: Transfer Mengejutkan di Bursa Musim Panas

Reaksi Pemerintah dan Pihak Berwenang

Menanggapi insiden tersebut, Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, menyerukan agar demonstrasi dilakukan secara damai. Ia mencatat bahwa kematian Khamenei dirasakan oleh banyak warga Pakistan dan situasi ini perlu diselidiki lebih lanjut.

Pemerintah setempat telah membuat keputusan untuk melakukan penyelidikan mendalam terhadap insiden tersebut dan mencari tahu siapa yang bertanggung jawab atas kerusuhan ini. Di saat yang sama, Kedutaan Besar AS di Islamabad memantau situasi dengan ketat dan mengeluarkan imbauan untuk keamanan warganya.

Demonstrasi Meluas ke Seluruh Negara

Protes tidak hanya terpusat di Karachi, tetapi juga menjalar ke kota-kota lain di Pakistan. Di Skardu, para demonstran membakar gedung kantor PBB sambil berteriak slogan anti-Amerika, menunjukkan emosi yang mendalam di masyarakat.

Sementara itu, di Lahore, polisi terpaksa menggunakan gas air mata untuk membubarkan demonstran yang berkumpul di luar konsulat AS. Bentrokan-bentrokan kecil dilaporkan terjadi, mencuri perhatian publik terhadap ketidakpuasan masyarakat mengenai intervensi asing di negara mereka.

Baca juga: Kota-Kota Terbaik untuk Liburan Sendirian di Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU