Televisi pemerintah Iran pada Minggu (1/3/2026) mengonfirmasi meninggalnya Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei setelah serangan yang diduga dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat.
Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae Terkait Kematian Pengemudi Ojol
Kematian Khamenei, yang telah memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade, mengejutkan banyak pihak dan memunculkan berbagai pertanyaan tentang masa depan kawasan Timur Tengah.
Kronologi Serangan dan Meninggalnya Khamenei
Meninggalnya Khamenei terjadi setelah serangkaian serangan militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada hari Sabtu. Target dari serangan tersebut mencakup berbagai fasilitas strategis di Iran, termasuk di ibu kota Teheran.
Serangan ini tidak hanya berdampak pada infrastruktur negara tetapi juga mengakibatkan korban jiwa di kalangan warga sipil. Beberapa laporan awal mencantumkan angka korban yang cukup signifikan, meskipun angka pastinya masih dalam tahap verifikasi.
Sehari sebelum pengumuman resmi, Presiden AS Donald Trump dan sejumlah media di Israel sudah mengklaim bahwa Khamenei telah meninggal. Hal ini semakin memanaskan situasi yang sudah penuh ketidakpastian.
Baca juga: Komnas HAM Temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Sejarah dan Pengaruh Ali Khamenei
Ali Khamenei dilantik sebagai Pemimpin Tertinggi Iran pada tahun 1989, setelah menjabat sebagai presiden dari 1981 hingga 1989. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di Timur Tengah selama lebih dari tiga dekade terakhir.
Selama masa kepemimpinannya, Khamenei ditandai dengan kebijakan yang sangat ketat terhadap Barat dan fokus pada penguatan kekuatan militer serta posisi politik Iran di kawasan. Keberaniannya dalam menghadapi musuh juga menjadikannya figur yang dihormati di dalam negeri.
Kematian Khamenei diprediksi akan mengubah dinamika internal politik di Iran, yang terkenal dengan sistem politiknya yang kompleks dan terstruktur.
Tanggapan Internasional dan Dampak Geopolitik
Reaksi global terhadap meninggalnya Khamenei telah datang dari berbagai negara, terutama dari sekutu-sekutu Amerika Serikat. Banyak negara mengkhawatirkan kemungkinan munculnya kekacauan lebih luas di Timur Tengah setelah kehilangan pemimpin yang krusial ini.
Dalam pernyataan resmi, Iran telah mengindikasikan kesiapannya untuk membalas agresi yang dilakukan. Rencana serangan rudal balasan yang ditujukan kepada Israel dan target militer AS di sekitarnya menunjukkan eskalasi ketegangan yang mungkin terjadi.
Dengan memperhatikan sejarah panjang konflik antara Iran dan Barat, situasi ini berpotensi memicu krisis yang lebih besar, yang dapat berdampak langsung pada stabilitas geopolitik di kawasan.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru, Isu Kebebasan Sipil di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: