Sabtu, 28 FEBRUARI 2026 • 21:47 WIB

Pusing Saat Berubah Posisi: Kenali Gejala Ortostatik Hipotensi

Author

Pusing Saat Berubah Posisi: Kenali Gejala Ortostatik Hipotensi

Pusing yang terjadi saat seseorang berdiri cepat mungkin menandakan penurunan tekanan darah yang signifikan. Fenomena ini, yang dikenal sebagai ortostatik hipotensi, seringkali muncul ketika tubuh tidak dapat beradaptasi dengan cepat terhadap posisi baru.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Sehari Sebelum Aksi

Faktor-faktor seperti dehidrasi, masalah kardiovaskular, dan efek samping obat-obatan dapat memengaruhi kondisi ini. Mengetahui penyebab serta dampaknya penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Apa Itu Ortostatik Hipotensi?

Ortostatik hipotensi merupakan keadaan di mana tekanan darah seseorang mengalami penurunan drastic saat berpindah dari posisi duduk atau berbaring ke posisi berdiri. Kondisi ini bisa menyebabkan pusing, dan dalam beberapa kasus yang lebih parah, dapat menyebabkan pingsan.

Pengaturan tekanan darah dilakukan oleh sistem saraf autonomi yang memastikan aliran darah yang cukup ke otak saat posisi tubuh berubah. Ketika sistem ini tidak bekerja dengan baik, gejala pusing dapat muncul.

Berbagai penyebab ortostatik hipotensi meliputi dehidrasi, gangguan pada sistem saraf, dan kondisi medis lainnya. Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua.

Baca juga: Tips Membuat Kamar Kecil Menjadi Nyaman dan Menyenangkan

Faktor Penyebab Pusing Saat Berdiri

Dehidrasi menjadi salah satu penyebab utama penurunan volume darah, sehingga meningkatkan risiko ortostatik hipotensi. P mencukupi kebutuhan cairan sangat penting untuk menjaga kestabilan tekanan darah.

Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti diuretik atau obat antihipertensi, juga dapat mempengaruhi tekanan darah. Mengonsumsinya tanpa pengawasan medis dapat meningkatkan risiko pusing sebagai efek samping.

Selain itu, kondisi kesehatan lain seperti diabetes dan penyakit jantung dapat memengaruhi respons tubuh terhadap perubahan posisi. Penderita kondisi ini disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter jika sering mengalami gejala pusing.

Pengelolaan dan Pencegahan

Mengenali gejala ortostatik hipotensi sangat penting untuk manajemen yang lebih baik. Mengubah posisi badan secara perlahan dapat membantu tubuh beradaptasi dengan lebih baik saat berpindah posisi.

Asupan cairan yang cukup dan pola makan yang seimbang juga sangat disarankan. Gaya hidup sehat berkontribusi pada stabilitas tekanan darah.

Jika penderita mengalami pusing berulang kali, sebaiknya melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengidentifikasi penyebab yang mendasarinya. Penanganan yang tepat berdasarkan diagnosa medis dapat meningkatkan kualitas hidup.

Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author

Aby

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU