Jumat, 27 FEBRUARI 2026 • 16:30 WIB

Teddy Indra Wijaya Menjawab Tuduhan Dana Program Makan Bergizi Gratis

Author

Teddy Indra Wijaya Menjawab Tuduhan Dana Program Makan Bergizi Gratis

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan klarifikasi terkait tudingan bahwa anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersumber dari APBN pendidikan 2026. Ia menegaskan bahwa isu ini tidak berdasar dan mesti diluruskan.

Baca juga: Sidang Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Teddy menjelaskan bahwa masalah kerusakan sekolah bukanlah tanggung jawab program MBG, melainkan menjadi wewenang pemerintah daerah.

Klarifikasi di Istana Kepresidenan

Pada hari Jum'at, 27 Februari 2026, Teddy mengungkapkan, 'Kemarin ada pihak, sedikit pihak yang menyampaikan bahwa program makan bergizi gratis itu mengurangi program dan anggaran pendidikan.' Ia menekankan bahwa narasi tersebut adalah sebuah kesalahpahaman yang perlu diluruskan.

Teddy menjelaskan bahwa permasalahan sekolah yang terbengkalai telah ada sejak lama dan berada di bawah kewenangan pemerintah daerah. Ia mengatakan, 'SMA merupakan kewenangan gubernur, sedangkan SD dan SMP merupakan kewenangan bupati dan wali kota.'

Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor Setelah Pencabutan Instruksi WFH

Realisasi Renovasi Sekolah

Teddy juga menekankan pentingnya renovasi sekolah yang telah dilakukan di bawah pemerintahan Prabowo. 'Faktanya, di tahun 2025 saja, sudah ada sekitar 16.000 sekolah yang direnovasi,' jelasnya.

Menurutnya, total anggaran untuk renovasi sekolah mencapai Rp17 triliun yang ditangani oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Ia menegaskan bahwa perhatian terhadap pendidikan tetap terjaga melalui berbagai program yang berjalan.

Dukungan Program Pendidikan

Dalam kesempatan itu, Teddy menginformasikan bahwa tidak ada program strategis pendidikan yang dihentikan selama masa kepemimpinan Prabowo. 'Biasanya ada program Kartu Indonesia Pintar berjalan. Ada Program Indonesia Pintar berjalan,' ungkapnya.

Ia juga menambahkan program Sekolah Rakyat bagi anak-anak yang tidak memiliki akses pendidikan, mengatakan, 'Untuk apa? Anak-anak yang tidak bisa sekolah, putus sekolah, atau mungkin bahkan dia tidak pernah sekolah, disekolahkan di sekolah rakyat.'

Baca juga: Olah TKP Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni, Polisi Kembalikan Beberapa Barang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU