Presenter Indy Barends memberikan klarifikasi terkait video curhat putranya, Manuel, yang viral dan memicu spekulasi tentang kesehatan mentalnya.
Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Indy menekankan bahwa video tersebut merupakan bagian dari tren media sosial dan tidak mencerminkan kondisi depresi.
Konten Viral yang Memicu Spekulasi
Beberapa waktu lalu, Manuel menarik perhatian publik dengan video curhat yang menyentuh tentang luka batin yang dialaminya. Banyak netizen berspekulasi bahwa kondisi ini menggambarkan masalah depresi yang sedang dihadapi Manuel.
Indy Barends menegaskan dalam wawancara di Studio TRANS TV bahwa di rumah, Manuel tidak menunjukkan gejala depresi. 'Kalau di rumah sih biasa-biasa saja, Manuel. Dia tidak memperlakukan jadi murung diri atau apa, ya nggak,' jelas Indy.
Indy menyoroti bahwa status Manuel sebagai anak publik figur membuat perhatian terhadapnya semakin besar. Tindakan yang dilakukan di media sosial sering kali diinterpretasikan secara berlebihan oleh publik.
Baca juga: Rumor iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Siapakah yang Akan Mengadaptasi eSIM?
Motivasi di Balik Video Curhat
Setelah spekulasi mencuat, Indy berbicara langsung dengan Manuel mengenai motivasinya membuat video tersebut. Saat ditanya, 'Itu kenapa kamu bikin konten?', Manuel menjawab, 'Sebenarnya aku cuma bikin konten-kontenan saja, Mam'.
Jawaban Manuel menunjukkan bahwa video yang diunggahnya tidak mencerminkan emosinya, melainkan sekadar mengikuti tren yang populer di kalangan anak muda. Indy menambahkan, 'Buat dia itu adalah sebuah konten yang kayaknya semua orang bikin.'
Pernyataan ini menggambarkan bagaimana tren di media sosial berpengaruh terhadap perilaku anak-anak muda, tanpa perlu dikaitkan dengan kondisi emosional yang serius.
Harapan Indy Barends untuk Publik
Indy berharap publik tidak terjebak dalam asumsi bahwa anaknya menderita depresi, mengingat banyak anak muda lain yang juga membuat konten serupa. Ia meminta agar masyarakat melihat fenomena ini sebagai bagian dari tren yang lebih luas.
'Coba deh cek untuk anak-anak, buka hashtag mental. Pasti banyak anak-anak yang bikin video kayak gitu. Jadi please jangan juga terlalu di-highlight bahwa anaknya Indy depresi. Nggak depresi atuh,' tegas Indy.
Pernyataan ini ditujukan untuk meluruskan pandangan yang keliru dan mendorong masyarakat agar lebih kritis dalam menilai konten yang beredar di media sosial.
Baca juga: Tips Membuat Kamar Kecil Menjadi Nyaman dan Menyenangkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: