Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, terpaksa dievakuasi pada malam Selasa akibat ancaman bom menjelang pertunjukan tari Shen Yun.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Ancaman ini diterima melalui email yang menekankan agar acara yang dijadwalkan di Gold Coast, Queensland, dibatalkan.
Detail Ancaman Bom
Ancaman bom ini terkait dengan kelompok tari China, Shen Yun, yang dikenal sebagai bagian dari gerakan spiritual Falun Gong.
Sebuah harian yang berkaitan dengan Falun Gong melaporkan bahwa penyelenggara menerima pesan yang menyatakan, 'Sejumlah besar bahan peledak nitro-gliserin sudah diletakkan di sekitar kediaman Perdana Menteri Australia, yang terletak di Adelaide Avenue di daerah Deakin, Canberra, Australia.'
Pesan tersebut juga menegaskan, 'Jika Anda bersikeras melanjutkan pertunjukan, maka kediaman Perdana Menteri akan hancur berkeping-keping dan darah akan mengalir seperti sungai.'
Baca juga: Google Respon Terkait Masalah Keamanan Gmail dan Aktivitas Phishing
Tindakan dan Penyelidikan
Setelah menerima ancaman tersebut, penyelenggara Shen Yun segera melaporkan kejadian ini kepada Kepolisian Federal Australia (AFP).
Petugas dari AFP kemudian melakukan pemeriksaan di Home of The Arts (HOTA) dan memastikan tidak ada barang mencurigakan ditemukan.
Dalam pernyataan resmi, AFP mengklarifikasi bahwa saat ini tidak ada ancaman terhadap masyarakat atau keselamatan publik.
Respon Perdana Menteri
Setelah evakuasi, Anthony Albanese mengungkapkan bahwa situasi ini tidak bisa dianggap remeh.
Dia menegaskan, 'Saya rasa ini cuma pengingat untuk memanfaatkan setiap kesempatan mengatakan kepada orang-orang 'turunkan suhunya'.
Lebih lanjut, dia menyatakan, 'Kita tidak bisa menganggap remeh hal-hal ini,' menekankan keseriusan ancaman yang dihadapi.
Baca juga: Alexander Isak Bergabung dengan Liverpool: Transfer Mengejutkan di Bursa Musim Panas
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: