Babi, yang kini dilarang dalam agama Islam, ternyata pernah menjadi bagian integral dalam budaya Timur Tengah ribuan tahun lalu.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Tantang Alcaraz
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa domestikasi babi terjadi di kawasan Mesopotamia jauh sebelum tersiar pelarangan konsumsi hewan ini.
Sejarah Domestikasi Babi
Menurut penelitian oleh tim di Kiel University, Jerman, babi pertama kali dijinakkan di Mesopotamia sekitar 8.500 SM. Ini menunjukkan bahwa babi adalah bagian penting dari kehidupan manusia di kawasan tersebut sebelum menyebar ke Eropa.
Hasil riset tersebut, yang diterbitkan dalam jurnal 'Insights Into Early Pig Domestication Provided by Ancient DNA Analysis', mencatat bahwa babi menjadi sumber makanan utama bagi masyarakat Timur Tengah.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kritikan Mengalir dari Komnas HAM dan DPR
Catatan arkeologis menunjukkan pemeliharaan babi sebagai sumber protein telah berlangsung sejak tahun 5.000 hingga 2.000 SM, menggambarkan peran signifikan hewan ini dalam sejarah diet manusia.
Ancaman Ekologi Terhadap Konsumsi Babi
Antropolog Marvin Harris dalam bukunya 'Sapi, Babi, Perang, dan Tukang Sihir' menjelaskan bahwa pelarangan konsumsi babi berkaitan dengan kebutuhan sumber daya yang sangat tinggi. Harris mencatat satu ekor babi membutuhkan 6.000 liter air untuk berkembang.
Ini menjadi persoalan karena masyarakat Timur Tengah lebih memilih untuk mengalihkan air untuk kebutuhan hidup yang lebih mendesak. Pelarangan ini tidak hanya berbasis pada norma agama, tetapi juga pada pertimbangan praktis terhadap keberlangsungan sumber daya.
Perubahan Budaya dengan Kemunculan Ayam
Sejarawan Richard W. Redding menyoroti bahwa kemunculan ayam juga memiliki peran dalam menurunnya popularitas babi di kalangan masyarakat Arab. Ayam dianggap lebih efisien hingga menghasilkan daging yang lebih hemat dalam penggunaan air.
Daging ayam hanya membutuhkan 3.500 liter air untuk setiap kilogram, menjadikannya pilihan yang lebih menarik. Selain itu, ayam juga menghasilkan telur, yang menjadi sumber protein tambahan bagi rumah tangga dan memberikan lebih banyak keuntungan ekonomis.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Yang Perlu Diketahui
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: