Microsoft baru saja meluncurkan teknologi penyimpanan data inovatif yang memanfaatkan kaca, mampu menyimpan hingga 4,84 terabyte data dalam satu lempengan berukuran 12 cm x 12 cm.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru, Isu Kebebasan Sipil di Indonesia
Dikenal sebagai bagian dari Project Silica, teknologi ini dapat bertahan hingga 10.000 tahun tanpa memerlukan daya listrik selama penyimpanan.
Kelebihan Penyimpanan Data dalam Kaca
Penggunaan kaca sebagai media penyimpanan memberikan beberapa keuntungan dibandingkan hard disk dan SSD yang memiliki umur terbatas.
Kaca borosilikat yang digunakan menunjukkan stabilitas termal dan kimia yang luar biasa, serta ketahanan terhadap kelembapan dan gangguan elektromagnetik.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Metode Penulisan Data yang Inovatif
Proses untuk menulis data ke dalam kaca menggunakan teknik khusus yang berbeda dari metode penyimpanan optik konvensional.
Dengan menggunakan laser femtosecond, data diukir ke dalam volume kaca, membentuk titik-titik mikroskopis yang dikenal sebagai voxel.
Tantangan dan Prospek Pengembangan
Walaupun teknologi ini memiliki banyak kelebihan, ada tantangan dalam hal kecepatan penulisan data yang masih perlu diperbaiki.
Saat ini, sistem prototipe hanya dapat mencapai kecepatan tulis sebesar 66 megabit per detik, menjadikannya kurang ideal untuk data yang sering diperbarui.
Baca juga: Rumor iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Siapakah yang Akan Mengadaptasi eSIM?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: