Penyakit Menular Seksual (PMS) menjadi isu kesehatan yang kian mendesak, terutama di Indonesia. Dengan angka infeksi yang terus meningkat, pemahaman tentang PMS sangatlah penting.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Di antara banyaknya jenis PMS, terdapat lima yang wajib diperhatikan. Dengan mengetahui gejala dan cara pencegahannya, risiko terkena PMS bisa diminimalisir.
1. Gonore
Gonore, atau yang lebih dikenal dengan kencing nanah, adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Para penderita biasanya mengalami gejala seperti nyeri saat berkemih dan adanya nanah dari organ genital.
Apabila tidak ditangani, gonore dapat menyebar ke bagian tubuh lain seperti tenggorokan dan rektum. Pengobatan umumnya menggunakan antibiotik, meskipun saat ini resistensi obat menjadi masalah yang serius.
Gonore lebih umum terjadi pada pria, namun wanita dapat terbawa infeksi tanpa menunjukkan gejala. Hal ini meningkatkan risiko penularan kepada pasangan.
2. Klamidia
Klamidia diakibatkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis dan merupakan salah satu PMS yang paling umum ditemukan. Banyak pengidap tidak menunjukkan gejala, sehingga sering kali tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi.
Gejala yang mungkin muncul termasuk nyeri di perut dan keluarnya cairan dari organ genital. Jika dibiarkan, klamidia dapat menyebabkan komplikasi yang serius, seperti infertilitas.
Baca juga: Rumor iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray: Siapakah yang Akan Mengadaptasi eSIM?
Sama seperti gonore, klamidia juga dapat diobati dengan antibiotik, tetapi deteksi sejak dini sangat penting untuk menghindari masalah kesehatan yang lebih besar.
3. Sipilis
Sipilis merupakan infeksi bakteri yang disebabkan oleh Treponema pallidum dan memiliki beberapa tahap yang berbeda. Luka kecil tanpa rasa sakit sering kali menjadi gejala awal, namun infeksi ini bisa berujung pada masalah kesehatan yang lebih serius jika tidak diobati.
Gejala dapat berkembang menjadi komplikasi parah yang mempengaruhi jantung dan otak. Suntikan antibiotik menjadi metode pengobatan standar yang penting untuk dilakukan secepatnya.
Pengobatan yang cepat dan tepat sangat penting demi menghindari kerusakan permanen yang dapat terjadi akibat sipilis.
4. Herpes Genital
Herpes genital disebabkan oleh virus herpes simpleks (HSV), yang menghasilkan luka melepuh di area genital. Kendati tidak ada obat untuk herpes, pengobatan dapat membantu mengurangi frekuensi dan intensitas wabah.
Biasanya gejala muncul dalam bentuk luka berair bersama dengan rasa nyeri saat berkemih. Sangat penting untuk melakukan tes jika mengalami gejala ini karena virus bisa menular walaupun tidak ada luka yang terlihat.
Penggunaan kondom dapat mengurangi risiko penularan, tetapi tidak sepenuhnya menjamin keamanan dari infeksi.
Baca juga: Mahasiswa Siap Gelar Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: