Bulan saat ini mengalami penyusutan yang berdampak pada aktivitas tektoniknya, termasuk terjadinya gempa. Temuan ini membuka peluang baru untuk pemahaman yang lebih baik tentang Bulan dan tantangan dalam eksplorasi di masa depan.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru, Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Studi ini dipublikasikan di The Planetary Science Journal, di mana peneliti berhasil mengidentifikasi berbagai bukti aktivitas tektonik melalui pemetaan global. Hal ini berpotensi memberikan wawasan penting untuk misi eksplorasi yang akan datang.
Gempa Bulan vs Gempa Bumi
Kedua benda langit, Bumi dan Bulan, memiliki kekuatan tektonik, namun cara kerjanya sangat berbeda. Di Bumi, kerak terbagi menjadi lempeng-lempeng yang saling bergerak dan berinteraksi, menciptakan berbagai fitur geologis pada permukaannya.
Sementara itu, Bulan tidak memiliki sistem lempeng tektonik. Semua kekuatan terpusat pada kerak tunggal, yang mengarah pada pembentukan permukaan khas seperti lobate scarps akibat kompresi dalam kerak.
Lobate scarps tersebut sering ditemukan di dataran tinggi Bulan dan menjadi indikator adanya aktivitas tektonik selama satu miliar tahun terakhir. Penelitian ini memberi kita gambaran lebih jelas tentang sejarah geologis Bulan.
Baca juga: Calvin Verdonk Hampir Bergabung dengan Lille, Klub Terkenal Prancis yang Penuh Talenta
Proses Penyusutan Bulan
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Tom Watters pada tahun 2010, Bulan menunjukkan indikasi penyusutan secara bertahap. Proses pendinginan bagian dalam Bulan membuat permukaannya mengerut, menciptakan gaya kompresi yang mengakibatkan terbentuknya tebing berlekuk.
Punggung laut kecil (SMRs) yang baru-baru ini diidentifikasi memperkuat bukti aktivitas tektonik Bulan. SMRs ini muncul akibat gaya kompresi dan sebarannya ditemukan di area lunar maria.
Tim peneliti berhasil menyusun peta sistematis dari SMRs, yang memungkinkan pemahaman lebih mendalam tentang aktivitas tektonik yang masih berlangsung di Bulan. Temuan ini berkontribusi pada pemahaman kita mengenai dampak penyusutan bulan.
Implikasi Penemuan bagi Eksplorasi Bulan
Aktivitas tektonik yang telah diidentifikasi ini membawa dampak signifikan bagi misi eksplorasi Bulan di masa depan. Bukti-bukti terkait SMRs menunjukkan bahwa gempa bisa terjadi di lokasi-lokasi tebing tersebut.
Dengan memperluas peta potensi sumber gempa Bulan, ilmuwan kini mempunyai kesempatan baru untuk mempelajari lebih lanjut tentang interior Bulan dan perilaku tektoniknya. Akan tetapi, hal ini juga memperingatkan soal risiko seismik yang dapat dihadapi oleh astronot.
Cole Nypaver menegaskan, "Kita berada di masa yang sangat menarik bagi ilmu pengetahuan dan eksplorasi bulan". Pemahaman yang lebih baik mengenai aktivitas seismik akan mendukung keberhasilan berbagai misi eksplorasi yang akan datang.
Baca juga: Meningkatkan Pengetahuan Finansial Melalui Finfluencer di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: