Pihak berwenang Thailand tengah menyelidiki kematian mendadak 72 harimau di Tiger Kingdom, Chiang Mai yang terjadi dalam waktu kurang dari dua minggu. Penyebab kematian ini diidentifikasi sebagai virus distemper anjing, yang terkenal sulit dideteksi pada kucing besar.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Direktur Departemen Peternakan Nasional Thailand, Somchuan Ratanamungklanon, mengungkapkan bahwa pengelola fasilitas tersebut terlambat dalam memantau kesehatan harimau-harimau ini. Dengan total 240 harimau di dua lokasi, perhatian terhadap kesehatan hewan menjadi tantangan besar.
Kondisi Kesehatan Harimau yang Memburuk
Dalam proses penyelidikan, dinas peternakan setempat telah mengambil sampel dari harimau-harimau yang mati. Pengujian menunjukkan adanya virus distemper anjing, namun asal mula virus ini belum diketahui.
Somchuan menyatakan, 'Saat kami menyadari mereka sakit, sudah terlambat.' Hal ini mencerminkan kesulitan pengelola dalam memantau kesehatan hewan secara efektif.
Baca juga: Kampus Unisba dan Unpas Bantah Keberadaan TNI-Polri Selama Kericuhan
Tersisa beberapa harimau yang masih hidup di Tiger Kingdom, dan kondisi kesehatan mereka sekarang terus dipantau untuk mendeteksi penyakit lebih awal.
Dampak Virus Distemper Anjing pada Harimau
Virus distemper anjing merupakan penyakit menular yang dapat mempengaruhi sistem pernapasan, pencernaan, dan saraf pada harimau. Meskipun biasanya menyerang anjing, kucing besar seperti harimau juga dapat mengalami infeksi yang berakibat fatal.
Beberapa informasi dari kantor peternakan provinsi menunjukkan tes awal yang mengindikasikan adanya infeksi parvovirus kucing. Penelitian lebih lanjut sangat dibutuhkan untuk memahami sepenuhnya kaitan antara virus ini dan kematian yang terjadi.
Tindakan Pencegahan dan Respon Masyarakat
Sebagai langkah pencegahan, seluruh bangkai harimau yang mati telah dikremasi dan dikuburkan untuk mencegah penyebaran penyakit. Pihak Departemen pengendalian penyakit mengambil langkah serius dengan mengawasi semua staf di Tiger Kingdom selama 21 hari.
Organisasi hak-hak hewan juga memberikan perhatian ekstra pada kejadian ini, mengritik pengelolaan kesehatan hewan yang sedang ditahan untuk tujuan olahraga dan hiburan. Peta Asia menegaskan, 'Tragedi seperti ini kemungkinan besar tidak akan terjadi jika wisatawan menjauhi tempat-tempat wisata tersebut.'
Baca juga: Google Respon Terkait Masalah Keamanan Gmail dan Aktivitas Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: