Sindrom Guillain-Barré (GBS) merupakan gangguan autoimun yang langka, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel saraf perifer. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat menyebabkan kelemahan otot hingga kelumpuhan.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tahan Imbang 0-0 Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Meskipun banyak pasien dapat pulih sepenuhnya, upaya penanganan yang efektif sangat dibutuhkan untuk meminimalkan risiko terjadinya komplikasi jangka panjang.
Pengenalan Sindrom Guillain-Barré
Sindrom Guillain-Barré adalah keadaan di mana sistem imun menyerang sel saraf di bagian tepi tubuh. Biasanya, kondisi ini dipicu oleh infeksi virus atau bakteri seperti infeksi saluran pernapasan atau diare.
Gejala awal yang sering dilaporkan adalah kelemahan otot yang dimulai dari kaki dan bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya. Selain itu, banyak pasien mengalami kesemutan atau mati rasa sebelum kelemahan otot muncul secara signifikan.
Baca juga: Apple Belum Ajukan Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Penyebab dan Faktor Risiko
Meskipun penyebab pasti dari sindrom ini belum sepenuhnya dipahami, ada hubungan yang jelas antara GBS dan infeksi tertentu. Beberapa infeksi, seperti virus Zika dan Campylobacter jejuni, tercatat berkontribusi terhadap timbulnya GBS.
Faktor risiko lainnya, meskipun tidak umum, termasuk riwayat penyakit autoimun. GBS dapat terjadi pada siapa saja tanpa memperhatikan usia atau jenis kelamin.
Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan
Gejala GBS bervariasi, di mana sebagian besar pasien mengalami kelemahan otot yang progresif hingga dapat mengganggu kemampuan bernapas. Gejala biasanya muncul dalam dua hingga empat minggu setelah terinfeksi.
Diagnosis GBS umumnya dilakukan melalui pemeriksaan fisik dan tes tambahan yang meliputi analisis cairan spinal dan pemeriksaan konduksi saraf. Memastikan diagnosis yang akurat sangat penting untuk menjalani pengobatan sesegera mungkin.
Dalam hal pengobatan, terapi intravena imunoglobulin (IVIG) atau plasmapheresis banyak digunakan untuk membantu mempercepat proses pemulihan. Rehab fisik juga diperlukan untuk memulihkan kekuatan otot secara bertahap.
Baca juga: Desta Paparkan Tuntutan Rakyat untuk Keadilan dalam Pemilu 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: