Belakangan ini, masyarakat di Indonesia dihadapkan pada berbagai modus penipuan yang mengaku sebagai instansi resmi. Banyak yang menjadi korban, sehingga penting untuk memahami tanda-tanda penipuan ini.
Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana
Modus ini sering kali menawarkan janji-janji menggoda, seperti hadiah atau bantuan finansial. Waspada menjadi kunci agar tidak terjebak dalam praktik penipuan.
Modus Penipuan Melalui Telepon
Salah satu modus penipuan yang paling umum adalah melalui telepon. Pelaku biasanya mengaku sebagai petugas dari institusi seperti bank atau agen pemerintah.
Mereka seringkali menakut-nakuti korban dengan ancaman bahwa rekening korban sedang bermasalah dan perlu segera ditangani. Dalam situasi tersebut, banyak korban yang tergoda untuk memberikan informasi pribadi.
Tak jarang, pelaku juga menawarkan bantuan atau hadiah sebagai imbalan atas informasi yang diberikan. Jika tawarannya terdengar terlalu baik untuk menjadi kenyataan, kemungkinan besar itu adalah penipuan.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer Liga Inggris
Penipuan Melalui Media Sosial
Media sosial kini menjadi ladang subur bagi pelaku penipuan. Mereka sering memanfaatkan akun-akun yang terlihat sah menggunakan logo atau data dari instansi resmi.
Di platform-platform ini, penipu menyebarkan informasi palsu mengenai undian bergengsi atau bantuan sosial. Mereka biasanya meminta korban untuk mengisi formulir dengan data pribadi.
Mengetahui ciri-ciri akun yang mencurigakan, seperti jumlah pengikut yang sedikit atau postingan yang tidak konsisten, bisa menjadi langkah awal dalam menghindari jebakan penipuan.
Waspada Terhadap Email Palsu
Email palsu adalah modus penipuan lainnya yang perlu diperhatikan. Email yang dikirim biasanya terlihat sangat mirip dengan yang resmi, namun sering terdapat kejanggalan.
Pelaku meminta korban untuk mengklik tautan dan memasukkan informasi pribadi pada situs yang menyerupai situs resmi. Dalam banyak kasus, tautan tersebut mengarah ke situs berbahaya.
Penting untuk selalu memeriksa alamat email pengirim dan memastikan bahwa email tersebut berasal dari domain yang resmi sebelum mengambil tindakan.
Baca juga: Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: